WHO mengumumkan bahwa virus Corona sebagai pandemik per tanggal 11 Maret 2020. Tentunya hal ini memiliki dampak luas tidak hanya pada upaya penanganan virus yang terbilang baru ini, namun juga pada layanan kesehatan lainnya, termasuk juga bagi tuberkulosis. Seperti kita ketahui, tuberkulosis juga merupakan penyakit infeksi yang membutuhkan penanganan serius. Madhukar Pai, Director of the McGill International Tuberculosis Centre dalam tulisannya mengatakan bahwa sebelum virus yang bernama COVID-19 ini muncul, TBC telah menjadi penyakit yang membunuh 4,000 orang setiap hari, dan 1,5 juta orang setiap tahun. Bahkan TBC adalah pembunuh utama orang yang hidup dengan HIV/AIDS.

Notifikasi kasus TBC dari fasilitas kesehatan di Kota Pekanbaru masih relatif rendah. Kondisi ini kemudian melatarbelakangi perlunya dilakukan upaya pelibatan seluruh fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta dalam menemukan dan melaporkan kasus TBC. Bertempat di Sultan Resto, tim DPPM menggelar kegiatan DPPM Desktop Review yang dihadiri oleh Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Koalisi Organisasi Profesi Indonesia untuk Penanggulangan Tuberkulosis (KOPI TB) Provinsi Riau dan KOPI TB Kota Pekanbaru, dan tim IO PPM.

Hari kedua pertemuan MONEV IO PPM dilangsungkan sesi diskusi di setiap Kabupaten/Kota wilayah kerja IO PPM untuk menyusun rencana kerja dalam satu tahun ke depan. Hadir juga dalam pertemuan hari kedua, dr. Imran Pambudi, MPHM, Kepala Subdit TB Ditjen P2P Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Beliau dalam presentasinya menyatakan bahwa berangkat dari pernyataan Presiden Jokowi pada acara Gerakan Bersama Eliminasi TBC di Cimahi Januari lalu, dikatakan bahwa kalau masyarakat kita tidak sehat maka pengaruhnya bisa ke sektor lainnya. Oleh sebab itu penting adanya upaya dalam mendukung eliminasi TBC 2030 mendatang.

Pada acara gerakan bersama menuju eliminasi TBC 2030 yang diselenggarakan pada tanggal 29 Januari 2020 di Kota Cimahi lalu, Presiden Jokowi mengajak pemerintah daerah, serta masyarakat umum untuk berpartisipasi mencapai tujuan ini. Dalam pernyataannya beliau mengajak semua pihak untuk TOSS TBC. TOSS TBC merupakan kependekan dari Temukan TBC Obati Sampai Sembuh. Slogan dan kampanye TOSS TBC sendiri terbentuk saat persiapan acara Hari Tuberkulosis Sedunia tahun 2016.

Halaman 1 dari 24