Dalam upaya mencapai target nasional di dalam pengendalian TB, penting bagi Indonesia untuk melibatkan semua penyedia layanan, khususnya yang berkaitan dengan pengendalian TB di perkotaan. Challenge TB (CTB) bersama dengan Sub Direktorat Tuberkulosis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, telah mengembangkan pendekatan ‘Urban TB Control’, yang menjadi bagian bauran layanan pemerintah-swasta (Public Private Mix/PPM).

Pada bulan Desember 2017, Yayasan KNCV Indonesia bekerja sama dengan Perhimpunan Organisasi Pasien Tuberkulosisi (POP TB) Indonesia memberikan bimbingan teknis dan asistensi kepada lima organisasi pasien yang berasal dari lima provinsi. Empat organisasi pasien di antaranya merupakan organisasi pasien yang baru terbentuk pada 2017.

Pada bulan Desember 2017, Yayasan KNCV Indonesia bekerja sama dengan Perhimpunan Organisasi Pasien Tuberkulosis (POP TB) Indonesia mengadakan pertemuan “Lintas Sektor Dalam Rangka Mendorong dan Menguatkan Komitmen Daerah Menuju Eliminasi TB 2030”. Pertemuan ini dilakukan di empat provinsi wilayah intervensi project SMT dan DGIS, yaitu Maumere Kabupaten Sikka di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kota Banjarmasin di Provinsi Kalimantan Selatan, Kota Batam dan Tanjung Pinang di Provinsi Kepulauan Riau, Kota Makassar dan Kabupaten Gowa di Provinsi Sulawesi Selatan. Wilayah-wilayah tersebut merupakan wilayah intervensi dimana pembentukan organisasi pasien yang sebelumnya sudah dibentuk.

Bukan sebuah rahasia, Tuberkulosis (TBC) merupakan suatu penyakit yang dapat menggerogoti kehidupan pasien. Tidak hanya menyita waktu, tenaga, dan biaya, penyakit infeksi ini juga mengancam psikososial seorang individu. Beratnya perjuangan untuk dapat sembuh dari penyakit ini juga dirasakan oleh Nuraini sejak didiagnosis pada 2015 lalu. Setelah 20 bulan menjalani pengobatan yang penuh tantangan, Nuraini akhirnya dapat mencapai kesembuhan.

Halaman 40 dari 41