Tuberkulosis (TBC) terus menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat, dan menjadi salah satu penyebab utama tingkat kesakitan dan kematian. Meskipun dalam penanggulanganya, upaya diagnosis dan terapi telah dilakukan, namun berdasarkan laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO), dalam Laporan TB Global 2020, kematian akibat TBC tahun 2019 di seluruh dunia mencapai 7,1 juta.

Hipertensi paru atau hipertensi pulmonal adalah suatu kondisi di mana tekanan darah tinggi terjadi di arteri pulmonalis atau paru yang membuat jantung kanan bekerja ekstra. Dilansir dari alodokter.com, disebutkan bahwa kondisi ini berakibat pada terganggunya aliran darah dari sisi kanan jantung menuju paru-paru untuk mengambil oksigen dan disebarkan ke semua organ. Akibatnya, darah akan sulit mengalir ke paru-paru dan tekanan pada arteri paru-paru menjadi meningkat. Meningkatnya tekanan pada paru ini dapat berdampak pada otot jantung yang melemah dan memicu gagal jantung.

TBC Resisten Obat (TBC RO) merupakan kondisi dimana kuman TBC resisten terhadap obat anti tuberkulosis lini pertama. TBC RO menjadi salah satu permasalahan utama dalam upaya penanggulangan TBC, termasuk di Indonesia. Banyak faktor yang berkontribusi terhadap TBC RO, termasuk ketidaktahuan pasien tentang penyakitnya, kurangnya kepatuhan pasien pada pengobatan, pemberian regimen obat yang tidak efektif, keteraturan berobat yang rendah, serta minimnya motivasi dari keluarga dan lingkungan sekitar.

Lupus Eritematosus Sistemik (LES) merupakan penyakit sistemik yang ditandai dengan adanya autoantibodi terhadap antigen tubuh sendiri. Hal ini juga menyebabkan kerusakan organ yang memunculkan reaksi inflamasi. Dalam Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, disebutkan bahwa infeksi merupakan salah satu penyebab kematian tersering pada LES. Meskipun sebagian besar infeksi disebabkan oleh kuman Gram negatif atau Gram positif, terdapat peningkatan insiden infeksi Mycobacterium tuberculosis pada LES yang juga meningkatkan kematian pasien.

Halaman 3 dari 79