Komunitas/LSM memiliki peran dalam penjangkauan populasi kunci maupun pendampingan ODHA dalam penanggulangan HIV di Indonesia. Pada pelaksanaan kegiatan ”Bulan Viral Load”, Subdit HIV AIDS mengundang sejumlah Komunitas/LSM yang aktif terlibat dalam kegiatan pengendalian HIV AIDS di 5 Kabupaten/Kota yang menjadi wilayah intervensi di kegiatan Bulan Viral Load Batch I Tahap 1. Dalam kegiatan ini diharapkan komunitas/LSM dapat turut membantu meningkatkan kesadaran dan pemahaman ODHA yang didampingi terkait pentingnya pemeriksaan viral load. Tentunya peran komunitas/LSM dalam berpartisipasi pada kampanye Bulan Viral Load dapat meningkatkan capaian pemeriksaan viral load HIV (VL HIV).

Akselerasi pemeriksaan Viral Load HIV (VL HIV) melalui kegiatan Bulan Viral Load HIV tahun 2020 membuka akses bagi ODHA terhadap pemeriksaan VL HIV. Selain itu juga membantu tercapainya target tripel 90 yang ketiga, yaitu 90% ODHA dalam pengobatan tersupresi virusnya yang ditandai dengan viral load yang tidak terdeteksi. Untuk mencapai target ini, terdapat dua aspek penting dalam pelaksanaan kegiatan Bulan Viral Load HIV, yaitu pencatatan data pasien ODHA dalam pengobatan ARV yang memenuhi syarat untuk diperiksa viral load-nya serta mekanisme transportasi spesimen yang dapat diandalkan untuk meningkatkan akses terhadap pemeriksaan viral load.  Melihat pentingnya kedua hal ini, maka diselenggarakan lokakarya bagi petugas kesehatan yang bertujuan mengoptimalisasikan pencatatan melalui aplikasi rekap kohort (ARK) serta pembekalan teknis penggunakan aplikasi SITRUST VL untuk mendukung mekanisme pengiriman spesimen ke layanan-layanan yang memiliki alat uji diagnosis viral load. 

Dalam rangka meningkatkan angka enrolment rate dan kepatuhan pasien Tuberkulosis Resistan Obat (TBC RO), diperlukan berbagai upaya strategis. Salah satunya dengan pelibatan masyarakat serta organisasi mantan pasien TBC dalam pendampingan pengobatan pasien Tuberkulosis Resisten Obat (TBC RO). Untuk memperkuat sistem pendampingan pasien TBC RO berbasis komunitas Kementerian Kesehatan dengan bantuan teknis Yayasan KNCV Indonesia mengembangkan aplikasi EMPATI (e-Mobile untuk Pendampingan Pasien TBC Indonesia) yang terhubung dengan SITB.

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh berbagai  strain atau galur bakteri mikobakteria, umumnya adalah Mycobacterium tuberculosis. Tanggal 9 Juni 2020 lalu, dalam artikel berjudul A sister lineage of the Mycobacterium tuberculosis complex discovered in the African Great Lakes region” yang diterbitkan oleh nature.com, disebutkan bahwa galur bakteri tuberkulosis baru telah ditemukan di Rwanda, Afrika. Hal ini berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan sejak tahun 2019.

Halaman 1 dari 36