Lingkungan Sehat Cegah Penularan Tuberkulosis

Lingkungan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh pada kejadian Tuberkulosis (TBC) Paru. Infeksi TBC merupakan salah satu penyakit yang persebarannya dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan pola perilaku. Artikel ini akan menjelaskan secara singkat mengenai bagaimana hubungan faktor lingkungan fisik dengan keberadaan bakteri penyebab TBC Paru.

Hubungan lingkungan fisik dengan keberadaan Mycobacterium tuberculosis dipengaruhi oleh tiga aspek, yaitu suhu, kelembaban dan pencahayaan. Secara umum sifat bakteri TBC adalah tahan terhadap suhu rendah sehingga dapat bertahan hidup dalam jangka waktu lama pada suhu antara 4 ͦ C sampai minus 70 ͦ C. Sehingga dengan adanya paparan langsung dari sinar ultraviolet, sebagian besar bakteri akan mati dalam waktu beberapa menit.

Rumah yang tidak memenuhi persyaratan menjadi salah satu faktor risiko terjadinya penyakit TBC paru karena percikan dahak dapat bertahan selama beberapa jam dalam keadaan yang gelap dan lembab. Kelembaban di atas 60% dapat membuat bakteri TBC bertahan hidup selama beberapa jam dan dapat menginfeksi penghuni rumah. Menurut keputusan Menteri Kesehatan (Kemenkes) No. 829/Menkes/SK/VII/1999 (dalam buku alamsyah dan mutiawati, 2013) kualitas suhu udara nyaman antara 18-30ͦ C dan kelembaban udara 40-70% dan pertukaran udara 5 kaki3/menit/penghuni. 

Pencahayaan yang cukup dalam sebuah rumah sangat mempengaruhi kesehatan individu yang tinggal di dalamnya. Diketahui bahwa cahaya matahari mempunyai daya untuk membunuh bakteri tuberkulosis minimal 60 lux. Oleh sebab itu, ventilasi dalam setiap ruang tempat tinggal sangatlah penting. Ventilasi memiliki fungsi untuk membebaskan udara ruangan dari bakteri, terutama bakteri patogen, karena di situ selalu terjadi aliran udara yang terus menerus.

Lingkungan yang baik menjadi aset penting untuk hidup sehat serta menghindarkan diri dari potensi penularan bakteri TBC. Dengan memperhatikan aspek suhu, kelembaban dan pencahayaan, kita bisa meminimalisir penyebarannya.

 

Sumber:

DEPARTMENT OF HEALTH AND HUMAN SERVICES Centers for Disease Control and Prevention National Institute for Occupational Safety and Health (2009). Environmental Control for Tuberculosis: Basic Upper-Room Ultraviolet Germicidal Irradiation Guidelines for Healthcare Settings. DHHS (NIOSH) Publication No. 2009-105

Kemenkes RI, (1999). SK Mentri Kesehatan No. 829/Menkes/SK/VII/1999, Tentang Kesehatan Perumahan Dan Lingkunganpemukiman, Depkes RI, Jakarta.

 

Editor: Melya Findi & Triftianti Lieke
Gambar: Amadeus Rembrandt