Peningkatan Layanan Faskes di Kabupaten Banyuwangi Melalui DPPM Desktop Review

DPPM Desktop review merupakan sarana monitoring indikator program TBC khususnya notifikasi kasus TB secara bulanan yang melibatkan sejumlah pihak. Kegiatan ini penting dilakukan sebagai upaya pemantauan rutin terhadap indikator DPPM serta untuk menentukan tindak lanjut berdasarkan data yang dipantau. Dari kegiatan Desktop Review, dihasilkan sejumlah rekomendasi diantaranya melakukan evaluasi jejaring PPM melalui kunjungan ke fasilitas kesehatan, dan untuk membimbing fasilitas kesehatan dengan kinerja yang belum optimal.

Tim DPPM Kabupaten Banyuwangi menyelenggarakan DPPM Desktop Review pada tanggal 24 Juni 2020 lalu. Kegiatan ini dihadiri oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, Koalisi Organisasi Profesi Indonesia untuk Penanggulangan TBC (KOPI TBC)/Tim DPPM serta IO PPM. Dalam kegiatan ini, tim DPPM melakukan monitoring indikator DPPM dan mengevaluasi implementasi DPPM tahun 2019 dan triwulan 1 2020. Selain itu, juga ditetapkan rencana tindak lanjut berbasis monitoring data serta mendapatkan rekomendasi dari KOPI TBC atas tantangan yang dihadapi.

Kegiatan yang dihadiri oleh 10 orang peserta ini menghasilkan sejumlah luaran, diantaranya adalah KOPI TBC dapat memahami tantangan program TBC di wilayahnya sehingga keterlibatan KOPI TBC dalam Program TBC di Kab/Kota dapat selaras dan bersinergi dengan kegiatan IO PPM. Pemantauan indikator DPPM dapat memberikan gambaran mengenai data terduga, data kasus, serta tingkat keberhasilan pengobatan TBC di tingkat kabupaten/kota, sehingga dengan data ini dapat dirumuskan sejumlah rekomendasi guna peningkatan layanan TBC di fasilitas kesehatan.

Kegiatan Desktop Review di danai oleh The Global Fund to fight Aids Tuberculosis and Malaria (GF ATM) melalui Principal Recipient (PR) Direktorat P2PML, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kegiatan diselenggarakan oleh Implementing Organization Public-Private Mix (IO PPM) yang merupakan kerjasama Yayasan KNCV Indonesia (YKI) dan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI).

 

Teks dan Foto: Meilani Matondang
Editor: Melya Findi dan Triftianti Lieke