INFOCOVID: Masker Dengan Sistem Katup Saluran Pernapasan, Bolehkah?

Masker saat ini telah menjadi barang esensial yang wajib digunakan oleh semua orang saat beraktivitas, baik di dalam maupun di luar ruangan untuk mengantisipasi penularan virus corona. Ada beragam jenis masker yang direkomendasikan untuk dapat secara efektif menghalau virus Corona, yaitu masker medis, masker kain, serta masker N95. Meski demikian masker N95 hanya direkomendasikan untuk tenaga medis.

Dalam perkembangannya, penggunaan masker juga turut mengalami sejumlah perubahan rekomendasi. Baru-baru ini, di kutip dari laman independent.co.uk sejumlah maskapai penerbangan melarang penggunaan masker dengan katup saluran pernapasan karena tidak efektif untuk pencegahan penularan virus Corona. Para peneliti telah mengkaji tentang bagaimana virus Corona menyebar, serta bagaimana risiko yang ditimbulkan oleh masker dengan katup saluran pernapasan. Secara teknis, katup pada masker akan tertutup saat pengguna menarik napas, namun ketika pengguna menghembuskan napas, maka katup akan terbuka. Masker ini sebelumnya diproduksi untuk pekerjaan industri sehingga pekerja dapat bernapas lebih mudah di pabrik yang memerlukan penutup wajah.

Mengapa masker dengan katup saluran pernapasan tidak direkomendasikan? Seperti kita ketahui, tujuan penggunaan masker adalah untuk mencegah tetesan pernapasan mencapai orang lain untuk membantu pengendalian sumber virus. Sehingga memakai masker penting untuk melindungi pemakainya serta orang lain di sekitarnya.

-----

Masker dengan katup atau ventilasi satu arah memungkinkan udara yang dihembuskan keluar melalui lubang pada material masker, sehingga memungkinkan tetesan pernapasan yang dihembuskan mencapai orang lain. Melalui penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa jenis masker ini tidak melindungi orang lain dari virus Corona, karena katup satu arah yang memungkinkan udara tanpa filter keluar saat pemakainya mengembuskan napas sehingga berpotensi untuk menyebarkan virus kepada orang di sekelilingnya.

-----

Lantas bagaimana dengan masker N95 yang direkomendasikan untuk tenaga medis? Pusat  Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dalam artikel ini juga merekomendasikan agar tenaga medis tidak menggunakan masker N95 dengan katup, untuk menjaga udara di lingkungan rumah sakit tetap steril karena katup pernafasan memungkinkan udara yang dihembuskan berpotensi tidak terfilter dengan baik. Meski demikian respirator N-95 adalah satu dari sembilan jenis respirator partikulat sekali pakai. Respirator partikulat juga dikenal sebagai “respirator pemurni udara” karena dapat melindungi dengan menyaring partikel dari udara saat pengguna bernapas. Respirator ini hanya melindungi dari partikel seperti bakteri atau virus yang dapat disaring dengan respirator partikulat. CDC dalam factsheet menyebutkan penggunaan respirator pada tenaga medis dapat digunakan sejauh telah tersertifikasi dan memenuhi standar National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH). 

Masker menjadi salah satu senjata yang efektif untuk penanggulangan virus Corona serta sebagai upaya mencegah penularan. Meski demikian, penggunaan masker yang tepat juga tidak kalah penting. Selalu mencuci tangan seusai melakukan atau menyentuh sesuatu, terutama di tempat umum, serta tetap menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh. 

 

Sumber:

  1. https://www.independent.co.uk/life-style/face-masks-valve-n95-vent-breathing-coronavirus-effective-ban-airline-cdc-a9660266.html
  2. https://www.cdc.gov/niosh/npptl/topics/respirators/factsheets/respsars.html

 

Editor: Melya Findi, Aditiya Bagus
Gambar: Amadeus Rembrandt