PODTEC: Dukungan Aplikasi SITRUST untuk Transportasi Spesimen Dalam Penanggulangan Eliminasi TBC di Ethiopia

Tuberkulosis (TBC) tetap menjadi masalah kesehatan global dengan beban penyakit yang sangat besar yang diperkirakan mencapai 10 juta kasus baru pada tahun 2018, dimana 8,6 % koinfeksi HIV dan 11% terjadi di antara anak-anak. Para pemimpin dunia pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 2018 telah berkomitmen perlunya tindakan untuk penanggulangan TBC, termasuk mengakhiri kematian anak yang dapat dicegah pada tahun 2030 sebagai bagian dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG).

Setiap hari, hampir 700 anak meninggal akibat tuberkulosis (TBC) dimana 80% diantaranya sebelum mencapai usia lima tahun. Padahal sudah ada pengobatan yang dapat mencegah kematian anak karena TBC, namun faktanya kurang dari 5% anak mendapatkan pengobatan TBC karena sulitnya diagnosis TBC pada anak.

Sulitnya diagnosis TBC pada anak ini dikarenakan kurangnya alat diagnosis yang tersedia di layanan kesehatan primer, sehingga membutuhkan sistem transportasi spesimen TBC ke layanan kesehatan tingkat lanjut yang menyediakan alat diagnosis TBC. Sistem ini harus dapat dilakukan dengan mudah oleh petugas kesehatan (user friendly) dan dapat dilacak secara actual serta efisien. Melihat tantangan ini, Yayasan KNCV Indonesia mengembangkan aplikasi SITRUST (Sistem Informasi untuk Pelacakan Spesimen Transport) untuk mengatasi kendala tersebut. SITRUST adalah aplikasi berbasis mobile Android dan website yang bertujuan untuk memfasilitasi transportasi spesimen pemeriksaan TBC dengan teknologi pelacakan secara digital. SITRUST juga berfungsi sebagai alat komunikasi antara fasilitas layanan kesehatan primer dan fasilitas kesehatan yang memiliki alat diagnosis TB (Xpert MTB/RIF) untuk memberikan umpan balik spesimen yang dikirim beserta hasil tes TBC secara elektronik. 

Pemanfaatan aplikasi SITRUST di Indonesia telah diadaptasi secara bertahap dimulai dari 50 kabupaten/kota menjadi 113 kabupaten/kota pada tahun 2018 dan diperluas menjadi 204 kabupaten/kota di 16 provinsi pada tahun 2019. Pencapaian ini menjadi pembelajaran juga bagi Ethiopia yang juga menghadapi tantangan serupa dalam upaya penaggulangan TBC. Melihat pentingnya kebutuhan ini, Yayasan KNCV Indonesia bersama dengan KNCV Ethiopia bekerja sama dalam mengimplementasikan penggunaan SITRUST di Ethiopia. SITRUST Ethiopia ini telah dimodifikasi sesuai dengan konteks lokal dan kebutuhan layanan TBC di Ethiopia.


Kegiatan yang diselenggarakan pada tanggal 8 dan 9 Oktober 2020 ini dibuka oleh dr. Jhon Sugiharto, Direktur Eksekutif  Yayasan KNCV Indonesia. Dalam pembukaannya beliau menyampaikan bagaimana SITRUST sejak tahun 2017 telah membantu upaya penanggulangan TBC di Indonesia, terutama dalam mengatasi persoalan transportasi spesimen.

“Pada tahun 2019, sebanyak lebih dari 20.000 contoh uji telah dirujuk melalui aplikasi SITRUST setiap bulannya untuk pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) & C/DST dengan total contoh uji tercatat mencapai 327,083. Terbukanya akses terhadap layanan diagnosis dengan TCM berhasil membantu menemukan 29,979 (18%) kasus TBC sensitif obat dan 1,645 (1%) kasus TBC resistan obat,” terang Jhon dalam pembukaanya. 

Kegiatan yang berlangsung secara daring ini meliputi paparan presentasi dari Yayasan KNCV Indonesia mengenai pengenalan aplikasi SITRUST dan teknis penggunaannya, baik secara versi mobile maupun versi website yang dipaparkan oleh Aditiya Bagus Wicaksono, Senior Technical Officer Yayasan KNCV Indonesia. Kegiatan dilanjutkan dengan persiapan server Ethiopia untuk mengoperasikan aplikasi SITRUST, termasuk mekanisme untuk mengunggah SITRUST ke dalam Google Play Store. Peserta yang merupakan tim dari KNCV Ethiopia pada kesempatan ini mempraktikkan secara langsung penggunaan aplikasi SITRUST yang dimulai dengan mendownload aplikasi melalui Google Playstore hingga teknis penggunaannya.

“Terimakasih banyak atas bantuan dan dukungan dari YKI untuk projek ini. Sebelumnya kami memiliki tantangan dalam menggunakan teknologi terutama mengenai pembiayaan, sementara proyek ini sangat memungkinkan untuk diimplementasikan dan cukup realistis terutama dalam mendukung penemuan kasus TBC di negara kami,” ujar dr. Degu, KNCV Ethiopia.

Pemanfaatan teknologi digital menjadi bukti nyata mampu membantu meningkatkan efektivitas layanan kesehatan. Dengan kata lain, revolusi digital di bidang kesehatan saat ini dapat didorong dengan pesatnya teknologi dan inovasi dalam bidang kesehatan. Harapannya pengalaman baik yang telah dicapai dalam penggunaan SITRUST di Indonesia, juga dapat diaplikasikan di Ethiopia dalam mengatasi persoalan TBC. 

Yayasan KNCV Indonesia melalui proyek PODTEC (Painless Optimized Diagnosis of TB in Ethiopian Children) mendukung upaya Ethiopia dalam penanggulangan TBC. Penyakit TBC merupakan masalah global, dan menjadi tanggung jawab semua pihak untuk saling bersinergi mencapai target eliminasi ini bersama.

 

Teks: Melya
Foto: Amadeus Rembrandt
Editor: Aditiya Bagus