AMPUH HIV: Ekspansi dan Penguatan Kapasitas Layanan dalam Penggunaan SITRUST HIV di Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, dan Jawa Timur

Pencatatan dan pelaporan merupakan kegiatan yang sangat penting dalam program penanggulangan penyakit, termasuk program penanggulangan HIV AIDS. Salah satu dukungan yang diberikan oleh proyek AMPUH adalah penguatan pencatatan pemeriksaan viral load HIV mulai dari pengiriman spesimen hingga hasil pemeriksaan yang siap untuk dilaporkan ke Aplikasi Rekap Kohort (ARK). Sistem informasi tersebut adalah SITRUST HIV, sebuah aplikasi yang dikembangkan Yayasan KNCV Indonesia dalam mendukung sistem transportasi spesimen.

SITRUST HIV tidak hanya diperuntukkan bagi fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang mendapat dukungan proyek AMPUH saja, tetapi diharapkan bisa digunakan bagi seluruh fasyankes yang ada di Indonesia. Hal ini mengingat tujuan dari SITRUST HIV adalah untuk memudahkan petugas dalam mencatat informasi spesimen yang akan diperiksa viral load HIV. Petugas laboratorium fasyankes pengirim paket spesimen hanya mencatat satu kali saja, kemudian informasi terkait spesimen tersebut bisa dilihat oleh pengguna lain, yaitu petugas Perawatan, Dukungan dan Pengobatan (PDP), laboratorium rujukan, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Dinas Kesehatan Provinsi, dan Kementerian Kesehatan RI.

Pada hari Sabtu, 24 Oktober 2020, tim AMPUH bersama perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi (Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, dan Jawa Timur) telah melaksanakan pelatihan SITRUST HIV bagi fasyankes dan kabupaten yang tidak termasuk di area kerja proyek AMPUH. Ekspansi penggunaan SITRUST HIV ini ditujukan bagi RSUD Malinau (Kalimantan Utara), RSUD Nunukan (Kalimantan Utara), RSUD AM Parikesit (Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur), Puskesmas Baureno (Bojonegoro, Jawa Timur), Puskesmas Wates (Kediri, Jawa Timur).

Fasyankes-fasyankes yang disebutkan di atas, tidak termasuk area kerja proyek AMPUH. Namun AMPUH bisa memfasilitasi pelatihan penggunaan SITRUST HIV dan pembuatan akunnya. Disamping itu, AMPUH juga membuatkan akun untuk Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota agar bisa memonitoring pengiriman spesimen dan capaian program misalnya jumlah pasien yang hasil tes viral load nya tersupresi.

Pelatihan tersebut terbuka bagi fasyankes yang sudah mengikuti pelatihan SITRUST HIV sebelumnya, misalnya RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo dan RS Dirgahayu yang mengikuti pelatihan tersebut guna memperkuat pemahaman terhadap SITRUST HIV.

Harapannya, dengan adanya SITRUST HIV dapat menjadi salah satu solusi terhadap permasalahan pencatatan yang ada di Indonesia. Dan lebih lanjut, semua pasien yang melakukan pemeriksaan viral load HIV dapat tercatat di SITRUST HIV dan terlaporkan ke ARK. SITRUST HIV sudah didesain untuk memudahkan petugas dalam melaporkan hasil tes viral load HIV ke ARK.

Yayasan KNCV Indonesia (YKI) bekerja sama dengan Yayasan Kasih Suwitno (YKS) membantu Sub Direktorat HIV AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk menyelenggarakan kegiatan ini. Bulan Viral Load HIV merupakan rangkaian kegiatan proyek AMPUH (Accelerating viral load testing aMong PLHIV through SITRUST and High-quality laboratories) yang diselenggarakan secara bertahap di kabupaten/kota terpilih di 34 provinsi di Indonesia selama tahun 2020. Proyek AMPUH dilaksanakan melalui bantuan pendanaan dari The Global Fund.

 

Teks dan foto: Alfi Lailiyah
Editor: Melya Findi, dr. Suhartini