TAHUTB: Apa Rekomendasi Komposisi Pola Makanan Pasien TBC dalam Masa Pengobatan?

Seorang pasien TBC disarankan memiliki pola makan yang sehat dan bergizi seimbang. Pola makan ini dapat dicapai dengan mengonsumsi makanan dari empat kelompok makanan pokok, diantaranya sereal, kacang-kacangan, sayuran, buah-buahan, susu dan produk susu, daging, telur dan ikan, minyak, lemak dan kacang-kacangan serta biji-bijian. Meski demikian, dikutip dari tbfacts.org, disebutkan bahwa tidak semua jenis makanan tersebut harus dimakan setiap kali makan, namun mengandung nutrisi esensial. Nutrisi esensial adalah nutrisi yang harus disediakan oleh pola makan seseorang. Nutrisi ini diperlukan agar tubuh berfungsi dengan baik. Enam nutrisi penting tersebut antara lain karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air.

  1. Satu-satunya aspek komposisi pola makan yang direkomendasikan WHO berdasarkan guideline mengenai TBC dan Nutrisi adalah perihal kebutuhan energi. Minyak dan lemak adalah sumber energi. Kebutuhan minyak, dapat diperoleh dari minyak kedelai, minyak mustard dan minyak kelapa. Sementara kacang-kacangan seperti kacang tanah adalah sumber energi dan protein yang baik dan dapat dikonsumsi sebagai makanan ringan baik dalam bentuk goreng maupun panggang.
  2. Protein dapat berasal dari hewan seperti susu, telur, daging dan ikan atau dari tumbuhan seperti pada sereal dan kacang-kacangan. Untuk vegetarian, kombinasi sereal dan kacang-kacangan dapat menghasilkan sejumlah protein yang setara dengan protein hewani. Konsumsi susu dan produk susu setiap hari juga sangat dianjurkan. Sementara bagi non vegetarian, konsumsi telur setiap hari dapat memberikan manfaat yang sama seperti daging dan ikan dengan biaya lebih murah.
  3. Sayuran, terutama sayuran berdaun dan buah-buahan merupakan sumber vitamin dan mineral yang penting dan harus menjadi bagian dari makanan sehari-hari.

Tubuh memerlukan makronutrien dan mikronutrien yang didapat dari makanan untuk kesehatan tubuh. Keenam jenis nutrisi tersebut dikelompokkan menjadi dua yaitu, makronutrien dan mikronutrien.

Makronutrien terdiri dari karbohidrat, lemak, dan protein yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang banyak. Ketiga zat gizi tersebut berperan penting dalam menyediakan energi bagi tubuh untuk metabolisme, pertumbuhan, serta berfungsi sebagai energi bagi otak, jantung, dan otot untuk beraktivitas. Sementara mikronutrien dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang kecil. Pemenuhan mikronutrien didapat melalui asupan makanan yang terdiri dari vitamin dan mineral yang banyak terdapat pada sayur-sayuran dan buah-buahan. Beberapa contoh vitamin dan mineral yang penting bagi kesehatan adalah vitamin A, B, C, D, E, serta mineral zinc, zat besi, iodium, kalsium, dan magnesium.

 

Sumber:

  1. WHO. Guideline: Nutritional care and support for patients with tuberculosis. Geneva: World Health Organization; 2013. Akses di https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/94836/9789241506410_eng.pdf;jsessionid=FFE2FC91DC362BE28ACB558B4CBD7808?sequence=1
  2. Tbfacts.org. Akses di https://tbfacts.org/nutrition-tb/

 

Editor: Melya Findi, Yeremia PMR
Gambar: Amadeus Rembrandt