AMPUH HIV: Dukungan Aplikasi Digital Dalam Mendukung Proses Diagnosis HIV

Upaya pencapaian target Three Zeroes memerlukan dukungan diagnosis berbasis hasil laboratorium. Akses terhadap pemeriksaan pendukung, baik diagnosis HIV pada dewasa, bayi dan anak kurang dari 18 bulan maupun pemeriksaan viral load (VL) yang bertujuan memonitor efektivitas pengobatan antiretroviral (ARV), sangat perlu diperluas; baik melalui penambahan layanan atau memanfaatkan transportasi spesimen. Angka kelangsungan hidup (survival rate) bayi dan anak <18 bulan dengan infeksi HIV yang dapat mengakses layanan diagnosis dan pengobatan dini terbukti lebih tinggi dengan prognosis klinis yang lebih baik.

Diagnosis HIV pada bayi dari ibu yang positif HIV positif tidak dapat dilakukan menggunakan pemeriksaan antibody. Pemeriksaan untuk diagnosis dini bayi dan anak usia kurang dari 18 bulan yang terpapar HIV dari ibunya atau early infant diagnosis (EID) dilakukan dengan metode PCR DNA kualitatif. Pemeriksaan ini mendeteksi adanya HIV provirus DNA yaitu hasil integrasi DNA virus dengan DNA sel inang. Untuk mendorong upaya tersebut, Kementerian Kesehatan dengan dukungan dana hibah The Global Fund telah melakukan akselerasi pemeriksaan dengan menyediakan reagen, biaya pemeriksaan, pengiriman spesimen, dan bahan habis pakai.

Untuk meningkatkan akses terhadap dan cakupan pemeriksaan VL dan EID, Yayasan KNCV Indonesia bersama Substansi HIV AIDS dan PIMS, Kementerian Kesehatan menyelenggarakan lokakarya rujukan spesimen viral load HIV dan EID bagi petugas poli dan laboratorium layanan perawatan, dukungan, dan pengobatan (PDP) HIV. Dalam kegiatan ini petugas dibekali mengenai tata cara pengambilan sampel dan pengemasan spesimen VL dan EID terstandar, serta pemanfaatan aplikasi SITRUST HIV sebagai alat bantu pencatatan pelaporan untuk kegiatan transportasi spesimen berdasarkan jejaring rujukan lab yang disepakati. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua batch selama dua hari untuk tiap batch.

Kegiatan yang diselenggarakan secara daring ini dilaksanakan pada tanggal 19-22 April 2021 dihadiri oleh Direktur P2PML; Koordinator, Subkoordinatof dan staf substansi HIV AIDS dan PIMS; fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) dari Provinsi Aceh, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Jawa Timur, Sumatera Utara, Jawa Tengah dan Bali. Nurjannah, SKM, M.Kes, selaku Koordinator Substansi HIV dan PIMS Kementrian Kesehatan, memaparkan situasi epidemi HIV, strategi nasional untuk mencapai target eliminasi HIV, serta strategi dan cakupan program VL dan EID di Indonesia. Adapun peserta yang terlibat dalam kegiatan ini merupakan fasyankes yang belum pernah mengirimkan sampel pemeriksaan VL dan EID sebelumnya. Melalui kegiatan ini diharapkan capaian pemeriksaan VL dan EID dapat ditingkatkan di semua fasyankes yang terlibat.

Pengenalan aplikasi SITRUST difasilitasi oleh narasumber dari Yayasan KNCV Indonesia. Dalam sesi ini Stevi Simamora, Monitoring dan Evaluation Officer YKI, memaparkan alur penggunaan SITRUST HIV mulai dari pengisian data spesimen hingga mekanisme pemesanan dan pengiriman untuk dapat dilakukan pemeriksaan selanjutnya di laboratorium rujukan. Peserta juga diajak menggunakan aplikasi ini secara langsung melalui simulasi aplikasi yang dibagi menjadi beberapa kelompok diskusi kecil. Harapannya dari pelatihan ini, SITRUST HIV dapat segera digunakan. Dalam lokakarya petugas juga diajarkan cara untuk melakukan eksport data hasil pemeriksaan VL dari SITRUST HIV ke dalam laporan kohort (ARK) program HIV nasional.

Aplikasi SITRUST HIV merupakan sistem informasi berbasis website dan mobile Android untuk memantau dan membantu pencatatan dan pelaporan transportasi spesimen VL dan EID secara realtime. Kegunaannya adalah untuk komunikasi antar pengguna dalam kaitannya dengan permintaaan pemeriksaan, penjemputan, konfirmasi penerimaan, pemantauan status pengiriman (treking), serta penginputan hasil pemeriksaan spesimen. Penggunaan Aplikasi SITRUST HIV berpotensi meningkatkan kualitas dan efisiensi sistem pencatan dan pelaporan VL dan EID yang berlaku.

  

Teks: Melya
Editor: dr. Alva Juan
Gambar: Amadeus Rembrandt