Pengumpulan Data Kajian Pengembangan Jejaring Penanggulangan TBC Pada PMI di Kabupaten/Kota Malang

Pedoman WHO terbaru merekomendasikan perlunya skrining tuberkulosis (TBC) tersistematis yang dilakukan pada sub populasi yang memiliki faktor risiko tinggi terhadap TBC, seperti pekerja migran. Pekerja Migran Indonesia (PMI) adalah setiap warga negara Indonesia yang akan, sedang, atau telah melakukan pekerjaan dengan menerima upah di luar wilayah Republik Indonesia. Pada tahun 2020, ada sebanyak 113.173 total PMI yang ditempatkan di wilayah kerjanya.

Program TBC bagi PMI di Indonesia secara umum telah mengikuti prinsip-prinsip yang direkomendasikan WHO. Namun, pada pelaksanaan di lapangan masih ditemukan banyak tantangan dalam penanggulangan TBC pada PMI. Yayasan KNCV Indonesia (YKI) bekerja sama dengan Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan RI akan melakukan Kajian Pengembangan Jejaring Penanggulangan TBC pada PMI dalam rangka upaya penanggulangan TBC pada PMI.

Dalam implementasinya, pada tanggal 10 Agustus 2021, telah diselenggarakan pertemuan sosialisasi kajian pengembangan jejaring penanggulangan TBC pada PMI kepada pemangku kepentingan terkait secara daring. Dan menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut, dilanjutkan dengan kegiatan pengumpulan data di Kabupaten dan Kota Malang, sebagai salah satu wulayah implementasi untuk pengumpulan data dan observasi pada tanggal 16-17 September 2021. Pertemuan ini diselenggarakan di Klinik Argaraya Kota Malang, LPK PT Asri Cipta Tenaga Karya Kabupaten Malang, Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Kabupaten Malang, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.

Dalam kegiatan ini dilakukan wawancara mendalam dan diskusi kelompok kepada pemangku kepentingan di wilayah Kabupaten Malang dan Kota Malang sehubungan dengan situasi analisa PMI di wilayah tersebut dan bagaimana peran pemangku kepentingan dalam penanganan PMI selama ini. Tim YKI mendapatkan banyak input terkait pelaksanaan penanggulangan TB pada setiap tahapan PMI bekerja agar kedepannya kasus TBC pada PMI dapat ditangkap dan ditanggulangi.

“Kita ingin menangkap setiap peluang yang bisa kita tingkatkan untuk upaya pengendalian TBC pada Pekerja Migran Indonesia,” ujar dr Inne Lutfiana, Subkoordinator Kesehatan Okupasi dalam pertemuan tersebut.

Dari diskusi hari ini, Dinas Kesehatan Kota Malang melalui dr Bayu, Kasie P2PM, berkomitmen akan menindaklanjuti untuk memperkuat jejaring penggunaan alat tes diagnosis TBC, TCM (Tes Cepat Molekuler) untuk klinik Argaraya.

 

Teks dan foto: Risnawati Valentina
Editor: Melya, Yeremia PMR
Gambar: Amadeus Rembrandt