ASTTIE

ASTTIE

Alternative to Sputum for Tuberculosis Testing in Indonesia and Ethiopia

Tujuan

Berkontribusi dalam mencapai eliminasi tuberkulosis (TB) pada tahun 2030 melalui upaya meningkatkan penemuan kasus TB pada anak dan ODHA dengan metode uji diagnostik menggunakan bahan uji alternatif selain sputum, yaitu tinja dan urin.

OBJEKTIF

  • Menambahkan bukti manfaat penggunaan tinja sebagai alternatif bahan uji untuk diagnosis TB pada anak
  • Menunjukkan bukti manfaat penggunaan urin sebagai alternatif bahan uji untuk diagnosis TB pada ODHA

Sebagai rekomendasi pengembangan kebijakan alur diagnosis TB pada anak dan ODHA yang akan ditelaah lebih lanjut oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan World Health Organization.

STRATEGI

  1. Penggunaan bahan uji tinja untuk mendeteksi kasus TB anak dengan pemeriksaan TCM MTB/RIF melalui pengolahan bahan uji sederhana (jumlah sampel: 800)
  2. Penggunaan bahan uji urin untuk mendeteksi TB pada ODHA menggunakan alat point of care sederhana, yaitu FujiLAM dan uji penggunaan alat Visitect untuk menghitung jumlah CD4 secara semikuantitatif (jumlah sampel: 500)

 

 

PENDANAAN

ASTTIE didanai oleh the Dutch Ministry for Foreign Affairs melalui World Health Organization (WHO) HQ kepada KNCV Tuberculosis Foundation. Di Indonesia, implementasi studi ini dilaksanakan oleh Yayasan KNCV Indonesia dan Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM.

TEKNIS PELAKSANAAN STUDI

Studi ini akan dilaksanakan di lima rumah sakit di DKI Jakarta, yaitu:

  • RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo
  • RS St Carolus
  • RSUD Budhi Asih
  • RSUD Pademangan
  • RSUD Pasar Rebo

Studi dilakukan selama 10 bulan, yaitu Januari hingga Oktober 2020.