IMPAACT4TB

 

 

Increasing Market and Public health outcomes through scaling up Affordable Access models of short Course preventive therapy for TB

IMPAACT4TB adalah proyek empat tahun yang dipimpin oleh konsorsium mitra teknis, ilmuan dan organisasi masyarakat sipil, dengan tiga fase implementasi. Aurum Institute sebagai koordinator dari badan konsorsium yang terdiri dari Clinton Health Access Initiative, John Hopkins University, KNCV Tuberculosis Foundation dan the Global Drug Facility. Proyek ini bertujuan untuk memfasilitasi dan mempercepat peningkatan cakupan pengobatan pencegahan TBC di 12 negara, yang mewakili 50 persen beban TB global. Panduan pengobatan yang digunakan terdiri dari isoniazid dan rifapentin yang diminum setiap minggu selama 12 minggu (3HP). WHO baru-baru ini merilis pedoman pengobatan TB dengan rekomendasi 3HP pada ODHA dan kontak anak diatas 2 tahun.

TARGET

Menurunkan angka insiden dan kematian tuberkulosis (TBC) pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan kontak anak melalui penyediaan paduan 3HP yang berkulitas, terjangkau, dan terjamin keberlangsungannya.

TUJUAN                                        

  1. Menurunkan harga 3HP dan mempercepat pengembangan rifapentin generik.
  2. Mendukung cakupan penggunaan 3HP untuk ODHA dan kontak anak usia dibawah 15 tahun di negara yang terlibat hingga akhir tahun 2021.
  3. Sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan termasuk penghitungan efektivitas biaya dari perluasan 3HP untuk ODHA dan kontak anak di negara yang terlibat.

STRATEGI

Meningkatkan jejaring, keterampilan mitra untuk menghasilkan output sebagai berikut:

  • Menentukan keamanan dan farmakokinetik dari Rifapentine pada ODHA terhadap Dolutegravir (DTG)
  • Menurunkan harga Rifapentine (RPT)
  • Mengatasi hambatan dalam sisi penyediaan
  • Mendukung peningkatan cakupan (scaling up) penggunaan 3HP dan mengumpulkan bukti untuk kebijakan serta berkolaborasi dengan WHO untuk manajemen programatik ILTB

 

Keunggulan 3HP

  • Lebih singkat – (12 dosis) seminggu selama 3 bulan vs. (180 dosis) 6 bulan
  • Toksisitas lebih rendah
  • Efek samping lebih sedikit
  • Kepatuhan lebih baik