MANDIRI TB

Tujuan

berkontribusi dalam perjalanan menuju kemandirian program penanggulangan TBC melalui pemberdayaan jejaring pemangku kepentingan (stakeholders) dalam rangka eliminasi TB di Indonesia. Pemangku kepentingan yang dimaksud termasuk pemerintah daerah, penyedia layanan kesehatan, organisasi masyarakat, serta sektor swasta.

Objektif

  • Mengisi kesenjangan dalam model dukungan TB-RO saat ini dengan memobilisasi pemberdayaan jejaring pemangku kepentingan di tingkat Kabupaten/Kota untuk meningkatkan pendanaan lokal
  • Meningkatkan akses untuk layanan berkualitas dan berpusat pada pasien (people-centered services)

Mandiri-TB berfokus pada dua strategi

  • Pendekatan multisektor untuk memotivasi pemerintah dan sektor koorporasi untuk meningkatkan pendanaan dalam upaya eliminasi TB.
  • Pemberdayaan komunitas, khususnya organisasi pasien untuk memperkuat dukungan sebaya dan manajemen kasus pasien TB-RO.

Tool digital yang akan digunakan untuk Mandiri-TB

  • EMPATI: mengidentifikasi pasien TB-RO sesegera mungkin dan menghubungkan pasien dengan jejaring organisasi pasien dan sukarelawan (Sobat TB) untuk memberikan layanan konseling pra-pengobatan dan saat mulai pengobatan serta keberlangsunganpengobatan pasien.
  • SITRUST: sistem pelacakan real time untuk pengiriman contoh uji dan pencatatan data rujukan diagnostik.
  • SOBAT TB: perangkat berbasis daring untuk diseminasi informasi mengenai pengetahuan tentang TB dan fasyankes DOTS terdekat; interaksi sosial antara kelompok dukungan pasien, petugas kesehatan, pasien TB, dan komunitas secara luas.

Pelibatan dan Dukungan Kegiatan Bersama Global Fund (GF)

  • Mandiri-TB akan mendukung dan melengkapi kegiatan pendampingan pasien TB-RO yang didanai GF dan sejalan dengan Rencana Percepatan MTPTRO (PMDT Acceleration Plan). Fokus utama Mandiri-TB adalah menyediakan bantuan teknis untuk pengembangan dan penguatan organisasi pasien. Monthly Interim Cohort Analysis (MICA) & Mini Cohort (di Rumah Sakit TB-RO) akan difasilitasi secara rutin termasuk pengumpulan data pasien di tingkat Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan fasyankes, menghubungkan pasien TB-RO kepada kelompok dukungan pasien untuk kegiatan investigasi kontak.
  • Mandiri-TB akan mendukung dan melengkapi kegiatan dengan pendanaan GF untuk pelatihan konseling, komunikasi, dan motivasi bagi anggota organisasi pasien, CSO.

Strategi Untuk Menjamin Keberlangsungan Program

  • Forum Multi Sektor
    1. Memberikan supervisi dan monitoring secara berkelanjutan untuk alokasi pendanaan dari pemerintah lokal dan mempertahankan dukungan dan keikutsertaan sektor koorporasi melalui mekanisme CSR.
    2. Memfasilitasi CSO dan organisasi pasien sebagai partner implementasi untuk memastikan akses layanan diagnostik TB, pengobatan TB, dan dukungan psikososial yang berkualitas bagi pasien TB-RO.
  • Pengembangan kapasitas organisasional kepada organisasi pasien dan CSO akan memperkuat kemandirian.
  • Pengembangan video tutorial untuk EMPATI, SITRUST, SOBAT-TB akan memberikan manfaat bagi pelatihan penggunaan aplikasi di fasiltas kesehatan di tingkat distrik, dan penggunaan lebih lanjut di tingkat nasional.