Haryanto dan Kolaborasi Bersama Menciptakan Kampung Bebas TBC

20 November 2019

Tahun 2016, bermula dari kegiatan yang dilakukan bersama dengan Aisyiyah Muhamadiyah untuk pemberantasan tuberkulosis (TBC), Haryanto (48), seorang warga Kecamatan Setiabudi merasa terpanggil untuk turut serta berkontribusi bagi wilayahnya. Dalam program ini, ia dijadikan sebagai Duta Pemberantasan TBC untuk mengkampanyekan TBC bagi warga di wilayahnya. Hingga akhir 2016, program selesai, tidak menyurutkan niat dari Haryanto untuk tetap menjalankan program baik ini. Bersama dengan Komunitas Masyarakat Peduli TB (KMP TB) di Kecamatan Setiabudi, ia tetap melanjutkan program pemberantasan TBC bagi masyarakat di tempat ia tinggal.

Rangkaian kegiatan yang ia selenggarakan merupakan upaya dalam mengedukasi warga di wilayahnya untuk mengenal apa itu TBC serta langkah pengobatan bagi mereka yang terdiagnosa positif.

“Awalnya banyak warga tidak tahu apa itu TBC, dan bagaimana cara pengobatannya kalau terdiagnosa. Maka kami adakan penyuluhan dalam bentuk kegiatan-kegiatan menarik supaya pesannya dapat diterima oleh seluruh warga, contohnya bisa dengan kegiatan jalan sehat, games, juga cerdas cermat,” terang Haryanto menceriterakan kegiatan di komunitasnya.

Melihat keaktifan Haryanto dalam melakukan kegiatan peduli TBC bersama dengan komunitasnya, hal ini menarik perhatian dari Puskesmas Kecamatan Setiabudi. Hingga akhirnya dikeluarkan Surat Keputusan yang ditanda tangani oleh Kepala Puskesmas Setiabudi, dr. Nisma Hiddin S.H., M.H. untuk memberikan dukungan terhadap kegiatan ini. Sampai saat ini sudah ada 128 pengurus di 8 Kelurahan yang turut aktif berpartisipasi dalam komunitas yang dibangun oleh Haryanto sebagai upaya untuk pemberantasan TBC di masyarakat.

Komunitas yang mulai aktif di tahun 2017 ini memiliki banyak rangkaian kegiatan besar kedepan, diantaranya adalah bincang sehat, senam TBC kreatif, etika batuk kreatif, cerdas cermat TBC, pembagian sembako bagi yang membutuhkan, serta jalan sehat untuk 1,500 orang. Dari seluruh rangkaian ini, acara gerebeg TBC merupakan kegiatan yang dilakukan secara rutin di masing-masing kelurahan. Melalui gerebeg TBC ini, petugas mendatangi rumah-rumah warga untuk mensosialisasikan TBC sekaligus memonitoring kondisi kesehatan warga di wilayahnya.

Sebagai Ketua KMP TB Kecamatan Setiabudi, Haryanto menjelaskan bahwa komunitas ini terdiri dari kader Posyandu, LMK dan pengurus RW yang berupaya mendorong warga untuk senantiasa melakukan upaya baru yang inovatif dalam pencegahan dan pengendalian TBC melalui informasi bahaya penularan penyakit TBC. Selain itu, kelompok ini juga terus berkampanye dan mengajak penderita TBC agar mau memeriksakan diri dan menjalankan pengobatan di Puskesmas.

Masalah TBC juga diliputi masalah sosial, sebab penderita TBC masih kerap mendapat stigma. Ketika ada anggota keluarga yang menderita penyakit ini, tidak jarang anggota keluarga lain malah mengucilkan. Disinilah peran gerebeg TBC bisa merangkul mereka yang terdiagnosa TBC.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, dr. Muhammad Helmi, menjadikan Kecamatan Setiabudi sebagai program unggulan – Kampung Bebas TBC. Program ini merupakan program Sudinkes Jakarta Selatan dalam rangka menekan kasus TBC di Jakarta Selatan. Kecamatan Setiabudi dipilih sebagai pilot project program tersebut. Hal ini tentunya dilatarbelakangi oleh sejumlah cerita baik yang muncul dari masyarakat melalui partisipasi aktif yang digalakkan Haryanto melalui komunitasnya, serta partisipasi dari pihak korporasi dalam mendukung upaya pemberantasan TBC. Partisipasi aktif dari komunitas dan kolaborasi antara Puskesmas, pengusaha, dan masyarakat peduli TBC di Kecamatan Setiabudi menciptakan sinergisme yang saling menunjang dalam upaya pencegahan dan pemberantasan TBC dalam upaya eliminasi TBC tahun 2030 di Indonesia.

Haryanto yang sehari-hari berdagang kelontong ini, menjadi pionir gerakan eliminasi TBC di Kecamatan Setiabudi. Tak heran ia diminta untuk memberikan testimoni dalam rangka Field Visit 14th Global Meeting on Public Private Mix (PPM) for Tuberculosis Prevention and Care, yang diselenggarakan oleh World Health Organization (WHO) Juli 2019 silam.

“Saya merasa terpanggil untuk bisa membantu, ya hidup harus berbuat sesuatu bagi sesama, agar lebih bermakna,” ujar Haryanto senang dapat berbagi.

Teks: Melya Findi
Editor: Amadeus Rembrandt, Melinda Soemarno
Foto: Dokumentasi KMP TBC Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan

  • 6 June 2022

  • 30 May 2022

  • 23 May 2022

  • 16 May 2022