Kisah Si Binatang Jalang Yang Menyerah Karena TBC

28 April 2020

Aku

Kalau sampai waktuku.

Ku mau tak seorang kan merayu…

Tidak juga kau…

Tak perlu sedu sedan itu…

Aku ini binatang jalang.

Dari kumpulannya terbuang…

Biar peluru menembus kulitku.

Aku tetap meradang menerjang…

Luka dan bisa kubawa berlari

Berlari…

Hingga hilang pedih peri,,,

Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi…

 

Maret 1943

Puisi ini membuat Chairil Anwar dikenal dengan julukan si Binatang Jalang. Aku, adalah salah satu puisi Chairil Anwar yang paling popular. Julukan si Binatang Jalang inipun di ambil dari penggalan bait puisi Aku. 

Puisi Aku memiliki tema sebuah perjuangan. Aku juga dapat dimaknai sebagai pembangkit semangat untuk berjuang melawan sebuah kondisi yang buruk. Puisi ini tentu dapat menggambarkan bagaimana perjuangan pasien TBC menuju pengobatan tuntas untuk dapat sembuh kembali.

Aku ini binatang jalang, dari kumpulannya terbuang, menggambarkan bagaimana stigma kerap menghampiri pasien TBC yang dikucilkan karena takut menularkan penyakit. Biar peluru menembus kulitku, aku tetap meradang menerjang. Meski terinfeksi TBC, namun tetap semangat untuk melanjutkan pengobatan hingga tuntas. Dan aku akan lebih tidak perduli, aku mau hidup seribu tahun lagi. Semangat pasien TBC untuk melanjutkan hidup dengan tidak putus berobat. Puisi ini tentu bisa menjadi penyemangat bagi mereka yang tengah berjuang melawan penyakit TBC. TBC bisa disembuhkan.

Chairil Anwar adalah sastrawan besar Indonesia yang diduga meninggal karena penyakit tuberkulosis. Di masa hidupnya yang singkat, Chairil Anwar sudah menghasilkan sekitar 94 karya dan termasuk 70 puisi. Jiwa seni Chairil Anwar memang begitu sehat dan memukau. Namun hal ini tidak sejalan dengan kondisi fisik Chairil Anwar. Pola hidup yang tidak baik membuat kondisi kesehatannya kian menurun.

Pada akhirnya, Chairil Anwar harus menyerah karena paru-parunya terjangkit tuberkulosis (TBC). Ia meninggal pada tanggal 28 April 1949 di umur yang belum genap 27 tahun. Ia dikuburkan di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta. Tanggal dimana Chairil Anwar meninggal ini kemudian dijadikan sebagai hari Chairil Anwar oleh para penggemarnya.

 

Sumber:
https://bio.or.id/biografi-chairil-anwar/
https://tirto.id/mengenang-si-binatang-jalang-8CQ

Editor: Melya Findi dan Erman Varella
Gambar: Amadeus Rembrandt dan Agatha Karina

  • 30 May 2022

  • 23 May 2022

  • 16 May 2022

  • 21 February 2022