TAHU TB: APA SAJA PERAN KOMUNITAS DALAM PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS (TBC) DI INDONESIA?

6 May 2021

Saat ini, Indonesia merupakan negara dengan peringkat kedua tertinggi untuk beban tuberkulosis (TBC) secara global. Dengan kondisi pandemi COVID-19 yang dialami saat ini, tuberkulosis menjadi salah satu masalah kesehatan yang juga memerlukan perhatian khusus. Utamanya dengan semakin meningkatnya angka TBC kebal obat serta TBC dengan penyakit penyerta (komorbid) seperti HIV dan diabetes mellitus. Dalam penanggulangan TBC nasional, pemerintah tidak dapat bekerja sendirian. Pelibatan masyarakat yang diwakili oleh komunitas merupakan salah satu komponen penting untuk menunjang implementasi program di lapangan.

Dalam rangka memberantas TBC di Indonesia, ada peran dari komunitas peduli TBC yang telah lama bergerak di berbagai daerah di Indonesia. Mereka turut berkolaborasi dengan pemerintah setempat maupun pihak swasta. Komunitas ini sebagian besar beranggotakan penyintas TBC yang bergabung dalam organisasi pasien yang memiliki komitmen untuk bersama-sama mendukung program penanggulangan TBC di daerahnya masing-masing. Berikut organisasi-organisasi pendamping pasien TBC RO, diantaranya PETA di Jakarta, PETIR di Gresik, REKAT di Medan, SEKAWAN TBC di Jember, dan lainnya.

Dalam praktiknya, komunitas ini juga melibatkan masyarakat umum yang berperan sebagai kader atau juga pendamping. Mereka turut membantu dalam meningkatkan kesadaran dan komitmen masyarakat dalam penanggulangan TBC, misalnya KMP (Kelompok Masyarakat Peduli) TB Setiabudi di Jakarta Selatan.

Berikut adalah sejumlah peran dari komunitas bagi program penanggulangan TBC antara lain:

  1. Dalam penjangkauan penderita atau terduga TBC melalui penemuan kasus TBC baru di masyarakat
  2. Melakukan sosialisasi PHBS (etika batuk dan bersin) baik secara langsung maupun melalui media sosial yang mereka miliki
  3. Meningkatkan kesadaran dan memotivasi penderita HIV dalam melakukan skrining TBC
  4. Memantau kelompok yang beresiko TBC untuk minum obat pencegahan TBC
  5. Memantau anak-anak yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC yang tinggal serumah
  6. Mengenalkan TBC pada anak-anak sekolah
  7. Mendukung/memotivasi pasien menelan obat sampai sembuh

Kedepannya diharapkan semakin banyak komunitas baru dalam masyarakat yang juga memiliki komitmen bersama untuk penanggulangan TBC. Dengan demikian semua unsur dalam masyarakat dapat bergerak bersama untuk satu tujuan, yaitu eliminasi TBC 2030. TOSS TBC!

 

Teks: Didi Lazuardi
Editor: Melinda Soemarno, Angelin Yuvensia
Gambar: Amadeus Rembrandt

  • 6 June 2022

  • 30 May 2022

  • 23 May 2022

  • 16 May 2022