Dokumentasi Praktik Baik “Program Community TB-HIV Care” PR-TB Aisyiyah

16 January 2020

“Program Community TB-HIV Care” yang dikelola  PR-TB Aisyiyah memiliki sejumlah capaian praktik baik dalam pelaksanaannya yang dapat direplikasi atau menjadi bahan pembelajaran bagi komunitas lain dalam upaya eliminasi tuberkulosis di Indonesia. Dalam implementasinya, proyek ini menekankan pada penguatan kelompok masyarakat untuk menjamin kelancaran pelaksanaan “Program Community TB-HIV Care”. Divisi Kesehatan Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah memanfaatkan potensi dan kekuatan organisasi melalui pendekatan kader peduli tuberkulosis.

PP Aisyiyah menggunakan metode penguatan komunitas yang berfokus pada perubahan prilaku, dimana masyarakat tidak hanya sebagai objek namun sebagai subjek yang berperan aktif dalam implementasi program. Beberapa strategi yang diterapkan diantaranya memperkuat penjangkauan terhadap kelompok beresiko TB-HIV serta meningkatkan peran masyarakat dalam mendukung penanggulangan TB-HIV melalui kegiatan advokasi.

Yayasan KNCV Indonesia melalui dukungan Global Fund menyusun pengelolaan praktik baik (knowledge management) dari implementasi “Program Community TB-HIV Aisyiyah.” Melalui perbantuan teknis ini, disusun empat buku rumusan mekanisme praktik baik yang menarik untuk direplikasi. Buku seri pertama memuat informasi mengenai konteks, konsep, dan kebijakan eliminasi tuberkulosis. Sebagai organisasi perempuan yang berbasis agama, PP Aisyiyah telah memiliki kader yang berkegiatan di level komunitas untuk memberikan penyuluhan dan menemukan kasus tuberculosis. Hal ini dilakukan dengan metode dakwah kesehatan yang menjadi konsep organisasi. Kader-kader ini sebelumnya telah mendapatkan pelatihan mengenai bagaimana cara melakukan penemuan kasus dan pendampingan pengobatan terhadap pasien tuberkulosis.

Pada buku seri yang kedua, membahas mengenai peran kader dalam pendampingan pengobatan tuberkulosis sebagai alternatif solusi agar pasien tidak putus berobat. Para kader juga berperan dalam kegiatan penemuan kasus dengan menjemput bola melalui kunjungan rumah ke rumah. Mereka bermitra dengan Puskesmas setempat dalam kegiatan penyuluhan dan berkoordinasi terkait sistem pencatatan dan pelaporan kegiatan penemuan kasus di komunitas. Metode penemuan kasus ini menjadi solusi dalam meningkatkan angka notifikasi kasus tuberkulosis.

Dalam buku seri yang ketiga, membahas mengenai strategi keberlanjutan program melalui penguatan organisasi Aisyiyah untuk pemberdayaan masyarakat. Strategi ini bertujuan untuk mendorong kemandirian program penanggulangan tuberkulosis di masyarakat. PP Aisyiyah adalah organisasi otonom dari Muhammadiyah yang memiliki sumber daya Amal Usaha Kesehatan sebagai modal utama untuk melanjutkan program ini.

Buku seri terakhir mengenai penguatan advokasi struktural dan kultural. Sebagai organisasi yang memiliki kader yang kuat di akar rumput, Aisyiyah mengkapasitasi kadernya untuk dapat berperan sebagai paralegal yang mampu memperjuangkan hak-hak pasien tuberkulosis di wilayahnya. Peningkatan kapasitas lain yang juga menjadi bekal bagi para kader adalah mengenai kebijakan dan anggaran, hak-hak pasien tuberkulosis, program eliminasi tuberkulosis secara holistik di bidang pendidikan.

Permasalahan tuberkulosis di Indonesia tidak hanya terkait dengan rendahnya penemuan dan notifikasi kasus, hal yang lebih krusial adalah angka putus berobat yang cukup tinggi. Disinilah kader memainkan peran penting sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan “Program Community TB-HIV Care Aisyiyah.”

Program yang diintegrasikan dengan dakwah kesehatan ini selain bertujuan mendukung pencapaian program nasional, juga untuk memenuhi tujuan teologis dan humanis yang menjadi nilai dasar PP Aisyiyah. Dokumen ini diharapkan dapat direplikasi sebagai bahan pembelajaran bagi komunitas dan organisasi dalam upaya eliminasi tuberkulosis sesuai dengan konteks wilayah masing-masing.

 

Teks: Melya Findi
Editor: Alva Juan
Gambar: Amadeus Rembrant

  • 18 July 2022

  • 20 June 2022

  • 8 June 2022

  • 2 June 2022