HARI JANTUNG SEDUNIA: COVID-19 DAN PENYAKIT KARDIOVASKULAR, APA KAITANNYA?

28 September 2020

Penyakit kardiovaskular (Cardio Vascular Disease (CVD) adalah istilah umum yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah. Hal Ini biasanya terkait dengan penumpukan timbunan lemak di dalam arteri dan peningkatan risiko pembekuan darah. Pada umumnya CVD meliputi penyakit jantung iskemik (Ischemic Heart Disease), stroke, penyakit jantung akibat tekanan darah tinggi atau penyakit jantung hipertensi (Hypertensive Heart Disease), penyakit jantung reumatik (Rheumatic Heart Disease atau RHD), aneurisma aorta (Aortic Aneurysm), kardiomiopati (Cardiomyopathy), fibrilasi atrium (Atrial Fibrilation), penyakit jantung bawaan (Congenital Heart Disease), endokarditis, dan penyakit arteri perifer (Peripheral Artery Disease atau PAD), trombosis vena dalam dan emboli paru.

Secara keseluruhan penyakit kardiovaskuler memiliki gejala bervariasi dan spesifik untuk kondisi dan masing-masing individu, meski demikian ada gejala umum yang perlu diwaspadai. Gejala khas dari penyakit kardiovaskular meliputi:

  • – Nyeri atau tekanan di dada, yang mungkin mengindikasikan angina.
  • – Rasa sakit atau tidak nyaman pada lengan, bahu kiri, siku, rahang, atau punggung.
  • – Sesak napas
  • – Mual dan kelelahan
  • – Pusing atau pingsan
  • – Keringat dingin

Gejala ini juga dapat dikaitkan dengan gejala COVID d-19. COVID-19 merupakan penyakit berwajah multi-organ karena dapat merusak berbagai organ tubuh seperti paru dan jantung. Infeksi COVID-19 merusak jaringan paru dan menyebabkan pasien gagal napas yang sulit diperbaiki. Akibatnya terjadi hambatan pertukaran oxigen di paru dan akhirnya pasien meninggal dunia, walaupun dari penelitian banyak juga kasus yang dapat pulih kembali setelah perawatan yang intensif.

Menurut data World Health Organization, penyakit kardiovaskuler menyebabkan 17,9 juta kematian setiap tahunnya, dan ini merupakan 31% penyebab kematian global. Pola hidup tidak sehat, seperti terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak, tidak rutin berolahraga, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol secara berlebihan merupakan faktor- faktor penyebab penyakit kardiovaskuler. Dari data survei kesehatan dari Riskesdas 2018, menunjukkan bahwa hampir 63% pria dewasa di Indonesia merokok.  Angka ini termasuk di antara prevalensi perokok tertinggi di dunia.

Dari data survei kesehatan tersebut, juga ditunjukkan bahwa di Indonesia penyakit kardiovaskular dan diabetes merupakan salah satu beban penyakit tertinggi di tanah air. Hampir 11% orang dewasa Indonesia memiliki kadar gula darah tinggi dan 1,5% menderita penyakit jantung. Kedua penyakit ini membuat orang yang menderita penyakit tersebut menjadi rentan untuk mengembangkan gejala COVID-19 yang lebih parah dibanding mereka yang tidak memiliki komorbid.

Dilansir dari laman nature.com disebutkan bahwa keberadaan penyakit kardiovaskular pada pasien COVID-19 dikaitkan dengan kematian yang tinggi.  COVID-19 dapat menyebabkan gangguan kardiovaskular, termasuk cedera miokard, aritmia, sindrom koroner akut, dan tromboemboli vena. Dalam laman ini juga disebutkan bahwa tingkat kematian COVID-19 secara keseluruhan yang dilaporkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China pada 11 Februari 2020 adalah 2,3% (1.023 kematian di antara 44.672 kasus yang dikonfirmasi).  Dan tingkat kematian kasus individu pasien dengan penyakit kardiovaskular adalah 10,5% (tertinggi di antara mereka dengan komorbiditas lain, termasuk penyakit pernapasan kronis (6,3%) atau kanker (5,6%)).

Melalui Global Hearts Initiative, WHO mendukung pemerintah di seluruh dunia untuk meningkatkan upaya pencegahan dan pengendalian CVD melalui tiga paket, yaitu:

  1. MPOWER untuk pengendalian tembakau
    MPOWER bertujuan untuk membantu negara-negara menerapkan ketentuan khusus dari Konvensi Kerangka Kerja WHO mengenai Pengendalian Tembakau.
  2. SHAKE untuk pengurangan garam
    Rangkaian kebijakan yang didukung bukti dan contoh untuk mendukung pemerintah menurunkan konsumsi garam pada masyarakat.  Jika diterapkan sepenuhnya di setiap negara, SHAKE dapat menyelamatkan jutaan nyawa per tahun dan mengurangi beban penyakit kronis tidak menular (NCD) pada sistem kesehatan.
  3. HEARTS
    Mendukung manajemen penyakit kardiovaskular di perawatan kesehatan primer untuk mengurangi faktor risiko kardiovaskular seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol darah tinggi.  HEARTS bertujuan untuk mencegah serangan jantung dan stroke melalui akses yang adil ke perawatan yang berkelanjutan, terstandar dan berkualitas.

Ketiga upaya ini diluncurkan pada September 2016, dan telah diterapkan di sejumlah negara. Dalam ketiga upaya tersebut, petugas kesehatan dilatih untuk memberikan tindakan yang telah teruji untuk menjangkau dan melindungi orang dari CVD dan membantu mereka pulih setelah serangan jantung atau stroke.

Hari Jantung Sedunia dirayakan pada tanggal 29 September setiap tahun. Momen ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap penyakit jantung dan berbagai masalah kesehatan yang terkait.  Peringatan ini menjadi sarana untuk mempromosikan berbagai langkah pencegahan dan perubahan gaya hidup untuk menghindari penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung, stroke, gagal jantung, dan kondisi lain yang terkait dengan hal yang sama. WHO merekomendasikan ada empat cara yang dapat dilakukan untuk memelihara agar jantung tetap sehat, yaitu rutin berolahraga, menjaga pola makan yang sehat, tidak merokok, dan menghindari minuman beralkhohol. Yuk sayangi jantung kita.

 

Selamat Hari Jantung Sedunia!

 

Sumber:

  1. https://www.who.int/indonesia/news/detail/08-03-2020-knowing-the-risk-for-covid-19
  2. https://www.who.int/cardiovascular_diseases/world-heart-day/en/
  3. https://communitymedicine4all.com/2016/09/22/who-launches-global-hearts-initiativeglobal-hearts-22-september-2016/
  4. https://www.nature.com/articles/s41569-020-0413-9
  5. Mendis, Shanthi; Puska,, Pekka; Norrving, Bo (2011). Global atlas on cardiovascular disease prevention and control (PDF) (edisi ke-1st ed.). Geneva: World Health Organization in collaboration with the World Heart Federation and the World Stroke Organization. hlm. 3–18.
  6. Hot Liputan6.com, Jakarta, Penyakit kardiovaskular, Faktor risiko penyakit jantung

Editor: Melya, Damianus Wera
Gambar: Amadeus Rembrandt

  • 30 May 2022

  • 23 May 2022

  • 16 May 2022

  • 21 February 2022