IMPAACT4TB: PENTINGNYA PEMBERIAN TERAPI PENCEGAHAN TBC 3HP DALAM MENURUNKAN ANGKA KESAKITAN PADA ODHIV

11 October 2021

Melanjutkan pelaksanaan kegiatan sebelumnya terkait Sosialisasi Petunjuk Teknis Terapi Pencegahan TBC pada ODHIV, Yayasan KNCV Indonesia bersama Substansi HIV AIDS & PIMS Kementerian Kesehatan RI menyelenggarakan Lokakarya Pelaksanaan TPT 3HP pada ODHIV untuk layanan terpilih di 6 Provinsi di Pulau Jawa, yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Adapun untuk batch pertama diselenggarakan lokakarya bagi 3 provinsi di DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat pada tanggal 8 Oktober 2021.

Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid ini bertujuan untuk mensosialisasikan rencana kegiatan pelaksanaan TPT 3HP pada ODHIV di DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat serta Kab/kota terpilih. Selain itu juga perlunya menetapkan layanan PDP per kab/kota yang akan melaksanakan TPT 3HP pada ODHIV hingga menetapkan jumlah alokasi TPT 3HP per layanan PDP terpilih. Melalui kegiatan ini juga diharapkan dapat disepakati komitmen dari provinsi dan kab/kota terpilih untuk melaksanakan TPT 3HP pada ODHIV.

dr. Jhon Sugiharto, Direktur Eksekutif Yayasan KNCV Indonesia membuka dan memberikan sambutan pada kegiatan ini. Dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa upaya pemberian TPT ini diharapkan dapat membantu dalam upaya eliminasi TBC di Indonesia terlebih pada kelompok ODHIV yang merupakan populasi berisiko tinggi untuk menderita TBC dibanding mereka yang tidak. Hal ini juga turut didukung oleh dr. Ratna Budi Hapsari MKM, Koordinator Substansi HIV AIDS dan PIMS Kemenkes RI yang menyatakan bahwa pemberian TPT bagi ODHIV meski baru mencapai angka 6% kedepan perlu terus ditingkatkan, terlebih pada wilayah-wilayah dengan jumlah sebaran ODHIV tinggi.

”Kedepan diharapkan dengan adanya Petunjuk Teknis TPT pada ODHIV yang telah disusun, maka pemenuhan kebutuhan penyediaan TPT dan distribusi dapat terlaksana dengan baik, sehingga kita bisa menjawab tantangan untuk eliminasi TBC dan juga upaya mencapai target three zeros sekaligus,” ujar dr. Ratna dalam pembukaannya.

Acara dilanjutkan dengan paparan materi oleh dr. Ratna mengenai Kebijakan terkini dan Pelaksanaan TPT pada ODHIV yang dilanjutkan dengan paparan mengenai tatalaksana TPT pada ODHIV oleh dr. Rudi Wisaksana, Sp.PD, KPTI, PhD. Dalam lokakarya ini, peserta juga turut dibekali informasi mengenai pengelolaan logistik dan pencatatan pelaporan oleh dr. Lanny Luhukay (Sub koordinator HIV).

Kegiatan yang dihadiri oleh 79 peserta ini melibatkan partisipasi aktif dari peserta. Peserta memberikan tanggapan dan pertanyaan terkait dengan materi yang telah diberikan. Setelah paparan, peserta diminta berdiskusi sesuai wilayah untuk menyusun rencana kerja pelaksanaan TPT 3HP di wilayahnya. Adapun pengadaan TPT 3HP ini nantinya ada sebanyak 25.284 dosis dalam bentuk Kombinasi Dosis Tetap (KDT) yang akan dibagi ke 6 provinsi di P.Jawa. Harapannya dengan sistem Kombinasi Dosis Tetap (KDT) ini nantinya dapat mempermudah dalam distribusi oleh layanan, dan mempermudah pemantauan ODHIV untuk menyelesaikan pengobatan.

’’Untuk mendukung pelaksanaan proyek ini, YKI turut mendukung dalam menyediakan Media Edukasi untuk mendukung pelaksanaan TPT serta menyelenggarakan training bagi petugas layanan hingga kunjungan supervisi ke lapangan,” terang dr. Yeremia PMR, Head of Project Management Yayasan KNCV Indonesia dalam paparannya.

Kegiatan lokakarya ini dilakukan melalui dukungan kegiatan IMPAACT4TB. IMPAACT4TB berupaya untuk mendukung negara dengan beban TBC tinggi termasuk Indonesia untuk mengimplementasikan dan memperluas implementasi TPT 3HP untuk mencegah kematian TBC di antara kelompok berisiko tinggi.

 

Teks dan foto: Melya
Editor: Meilani Matondang

  • 21 July 2022

  • 18 July 2022

  • 20 June 2022

  • 8 June 2022