LIFT TB – Protokol Penelitian Operasional Penggunaan Paduan BPaL untuk Pasien TBC RO

29 October 2021

Tahun 2020, WHO mengeluarkan rekomendasi penggunaan paduan pengobatan baru untuk TBC Resistan Obat (TBC RO), yakni paduan BPaL (bedaquiline, pretomanid, dan linezolid) dengan durasi pengobatan 6-9 bulan. Pedoman WHO untuk pengobatan TBC RO tahun 2020 merekomendasikan paduan BPaL untuk penggunaan dalam tatanan penelitian operasional. Untuk menilai efektivitas dan keamanan paduan BPaL di Indonesia, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan dukungan Yayasan KNCV Indonesia (YKI) melalui proyek LIFT-TB akan melaksanakan penelitian operasional penggunaan paduan BPaL di Indonesia.

Terkait hal tersebut, pelaksanaan penelitian ini diawali dengan pertemuan diseminasi hasil penelitian terbaru mengenai penggunaan paduan BPaL yang dilakukan oleh TB Alliance di 4 negara, yaitu Afrika Selatan, Rusia, Moldova dan Georgia (ZeNix). Penelitian ini memperlihatkan efektivitas paduan BPaL untuk TBC RO di sejumlah negara sebagai pilot projek.

Pertemuan yang diselenggarakan pada tanggal 25 Oktober 2021 ini digelar secara hybrid yang dihadiri oleh 43 peserta yang berasal dari Sub Direktorat TB, Rumah Sakit Layanan TBC Resistan Obat (TBC RO), WHO Indonesia, USAID Indonesia, TB Alliance, dan KNCV Tuberculosis Foundation. Dr. Endang Lukitosari dari Subdirektorat TB Kementerian Kesehatan Republik Indonesia membuka kegiatan ini. Dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa penelitian ini sangat penting terutama dalam mengatasi persoalan TBC Resistan Obat (TBC RO) dimana durasi waktu yang lama membuat pengobatan TBC RO seringkali tidak tuntas.

Dalam rangkaian kegiatan ini dipaparkan hasil penelitian ZeNix (Clinical trial update) oleh Salah Foraida dari TB Alliance. Yang dilanjutkan dengan paparan mengenai perkembangan implementasi BPaL di sejumlah negara oleh Sandeep Juneja dari TB Alliance. Sandeep dalam paparannya menyebutkan bahwa dalam kurun waktu 5 tahun di tujuh negara yang telah mengimplementasikan BPaL, mampu mengurangi persoalan TBC RO yang selama ini menghambat penanganan TBC RO.

Paparan selanjutnya oleh Koppelaar dari KNCV Tuberculosis Foundation mengenai pilot studi terkait efektivitas dan keamanan regimen BPaL. Dalam presentasinya dia menyebutkan bahwa Bedaquilline, yang merupakan salah satu dalam regimen BPaL dapat digunakan bagi anak-anak di bawaj usia 6 tahun. Hal ini juga diperkuat oleh anjuran WHO melalui Rapid Communication guidance dimana Bedaquilline dapat digunakan bagi anak-anak di semua usia.

Acara dilanjutkan dengan presentasi dr. Erlina Burhan, dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Persahabatan terkait persiapan pelaksanaan penelitian BPaL di Indonesia. Dalam paparannya beliau mengatakan bahwa regimen BPaL ini merupakan kabar baik karena mampu meringankan pasien TBC RO dalam menjalani pengobatan yang selama ini memiliki durasi waktu yang panjang.

“Panduan BPaL ini dalam kerangka penelitian operasional akan diimplementasikan di beberapa rumah sakit terpilih yang melayani pasien TBC RO untuk melihat efektivitas pengobatannya,” ujar dr. Erlina.

Meski demikian pengobatan ini dapat dihentikan dengan beberapa kondisi seperti pasien putus berobat, kehamilan selama pengobatan, terjadi toksisitas berat, kegagalan pengobatan, serta resistansi terhadap obat pada regimen BPaL.

Hasil penelitian yang telah dipaparkan oleh sejumlah narasumber dapat disimpulkan bahwa pengurangan dosis dan durasi yang pendek dalam regimen BPaL ini memiliki efikasi yang tinggi, sehingga mampu mendukung pengobatan pada pasien TBC RO. Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi salah satu acuan dalam rencana implementasi penggunaan paduan BPaL bagi pasien TBC RO di Indonesia.

 

Teks: Melya
Editor: Fahmi Kurniawan

  • 18 July 2022

  • 20 June 2022

  • 8 June 2022

  • 2 June 2022