Proyek IMPAACT4TB Berhasil Bantu Pemerintah Terapkan Paduan TPT 3HP

25 August 2022

Permasalahan Tuberkulosis di Indonesia tidak terlepas dari kasus Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB), yang jika luput dari perhatian dapat menyumbang angka kasus TBC Aktif. WHO memperkirakan dari dua miliar orang total populasi dengan infeksi laten TBC, 10% diantaranya (200 juta) akan berkembang menjadi sakit TBC. Menurut WHO Global Tuberculosis Report, pada tahun 2020, sekitar 1,3 juta orang dengan HIV negatif dan 214.000 orang dengan HIV (ODHIV) positif meninggal karena sakit TBC. Pengobatan TBC saat ini masih berfokus apda pengobatan kuratif, dan belum adanya vaksin yang efektif. Sehingga upaya diagnosis pada TBC aktif maupun ILTB menjadi sangat penting. Upaya ini diikuti dengan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) pada populasi dengan ILTB, sehingga dapat turut mengurangi insiden TBC.

Hingga tahun 2022, data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan capaian TPT di Indonesia masih rendah yaitu dibawah 0.5% pada kontak serumah . Sedangkan berdasarkan laporan SIHA 2021, cakupan TPT pada ODHIV baru on ART yang menerima TPT berada di angka 5%. Sebagai upaya peningkatan cakupan TPT, Kemenkes RI mengadopsi pilihan paduan TPT  yang telah direkomendasikan WHO yaitu paduan 3HP, sebagai alternatif dari regimen yang sudah tersedia. Selain itu, Kemenkes RI mengembangkan Petunjuk Teknis Penanganan ILTB yang mencakup perluasan kelompok sasaran pemberian TPT yang meliputi seluruh kontak serumah, ODHIV dan populasi berisiko lainnya.

Yayasan KNCV Indonesia (YKI) bekerja sama dengan Kemenkes RI memberikan perbantuan teknis dalam mendukung implementasi TPT 3HP melalui project Increasing Market and Public health outcomes through scaling up Affordable Access models of short Course preventive Therapy for TB (IMPAACT4TB). Project ini telah berjalan di Indonesia sejak tahun 2018 melalui konsorsium global dengan dukungan dana UNITAID.

Setelah 4 tahun berjalan, dalam rangka mensosialisasikan hasil implementasi project IMPAACT4TB, maka YKI bersama dengan Kemenkes RI melakukan pertemuan Diseminasi Hasil Implementasi Project IMPAACT4TB.  Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Direktur P2PM Kemenkes RI, Tim Kerja TBC dan ISPA Kemenkes RI, Tim Kerja HIV/AIDS, PIMS, Hepatitis & PISP Kemenkes RI,  Kepala Bidang/ Kepala Seksi Dinas Kesehatan 34 Provinsi, serta perwakilan komunitas dan mitra dari WHO, IDAI Pusat, PDPI Pusat, Komli TBC, TWG TBC-HIV, EpiC, GHSC-PSM, PR HIV SPIRITIA, dan POP TB.    Paparan yang disampaikan adalah terkait kebijakan situasi terkini TPT di Indonesia dan diseminasi hasil project IMPAACT4TB di Indonesia oleh YKI . Selain itu, terdapat paparan dari Dinas Kesehatan Provinsi yang diwakili oleh DKI Jakarta untuk memaparkan implementasi TPT pada Kontak Serumah dan  Jawa Timur untuk implementasi TPT Pada ODHIV.

Melalui kegiatan ini YKI memberikan rekomendasi diantaranya Kemenkes RI perlu memastikan kecukupan logistik obat TPT dan tes tuberkulin, mengembangkan strategi komunikasi TPT nasional, registrasi rifapentine dalam DOEN, dan menambahkan variabel efek samping obat TPT baik di SITB maupun SIHA. Sedangkan untuk dinas kesehatan provinsi, diharapkan dapat segera membuat alokasi logistik dan melakukan dropping ke layanan serta aktif memonitoring implementasi TPT. Pada tingkat dinas kesehatan kabupaten/kota, agar dapat mendorong komitmen pemerintah daerah untuk pelaksanaan TPT di RS pada Kontak Serumah, melaksanakan kegiatan On the Job Training (OJT) TPT, mensosialisasikan penggunaan TPT dengan berbagai media, dan mengajukan kebutuhan alokasi logistik TPT ke dinas kesehatan provinsi. Untuk tingkat Fasyankes, dapat melakukan penghitungan jumlah kebutuhan logistik TPT dan diajukan ke dinas kesehatan kabupaten/ kota, membuat SOP untuk TPT pada ODHIV dan Kontak Serumah, memasukkan TPT kedalam pembahasan dalam pertemuan rutin fasyankes, melibatkan komunitas dan masyarakat dalam KIE, IK, serta pemantauan TPT. Diharapkan rekomendasi-rekomendasi ini dapat menjadi kunci koordinasi dan kolaborasi antar stakeholders  dan komunitas, guna percepatan implementasi TPT di Indonesia, sehingga dapat tercapai eliminasi TBC pada tahun 2030.

Dokumentasi:

Materi Paparan 1 Situasi Terkini TPT di Indonesia oleh dr. Tiffany Tiara Pakasi,MA (Plt. Direktur P2P Kemenkes RI

Materi Paparan 2 Diseminasi Hasil Implementasi Project IMPAACT4TB di Indonesia oleh dr. Yeremia PMR (Yayasan KNCV Indonesia)

Sesi Tanya Jawab dan Diskusi

Foto bersama

  • 20 June 2022

  • 8 June 2022

  • 2 June 2022

  • 25 May 2022