TAHU TB: APAKAH MELALUI CIUMAN BISA MENULARKAN TUBERKULOSIS (TBC) PADA ANAK?

8 April 2021

Baru-baru ini ada kasus yang tengah marak dimana seorang bayi terinfeksi TBC karena diduga tertular melalui ciuman orang-orang di sekitarnya. Apakah melalui ciuman bisa meninggalkan droplet?

Apabila ada yang menyebut ciuman dapat menularkan tuberkulosis, itu tidak tepat. Dilansir dari Pusat Pengendalian dan Penyakit Amerika Serikat (CDC), tuberkulosis tidak menular melalui ciuman, karena kuman tuberkulosis tidak terdapat di dalam air liur melainkan di dalam percikan dahak yang keluar saat penderita batuk atau bersin. Kuman tuberkulosis dikeluarkan ke udara melalui percikan dahak yang keluar saat pasien TBC batuk, bersin atau berbicara.

Untuk dapat tertular, seseorang harus menghirup kuman tersebut. Sehingga seseorang tidak akan tertular meski:

  • Memberikan penderita pelukan atau ciuman
  • Makan atau minum bersama
  • Berjabat tangan
  • Berbagi pakai, tempat tidur, atau handuk

Apabila ada penderita tuberkulosis di rumah atau berada di dekat lingkungan tempat tinggal, ada beberapa cara untuk mencegah penularan penyakit ini.

  1. Memberikan informasi kepada penderita untuk menutup mulut saat batuk dan bersin dengan menggunakan masker, tissue atau siku bagian dalam.
  2. Menginformasikan dan mengingatkan penderita untuk membuang dahak di kamar mandi dan membilasnya sampai bersih. Jangan sampai membuang dahak di tempat umum. Kuman yang ada di dalam dahak dapat dengan mudah terbang di udara dan terhirup oleh orang lain.
  3. Usahakan rumah memiliki ventilasi udara yang baik dan pastikan sinar matahari dapat dengan mudah masuk ruangan. Hal ini dikarenakan kuman tuberkulosis bisa mati jika terekspos sinar matahari.

Penularan tuberkulosis utamanya adalah lewat udara. Jadi, penyakit ini tidak menular lewat ciuman. Meski demikian, perlu diperhatikan bahwa selama sebelum dan saat ciuman penderita tidak batuk, bersin ataupun berbicara, penularan tidak akan terjadi. Meski demikian, lebih baik untuk menghindarkan bayi/anak untuk dicium oleh orang lain, karena adanya risiko penyakit lainnya (terutama gangguan pada kulit), terutama jika kulit bayi/anak sensitif.

Sumber:
https://www.cdc.gov/tb/topic/basics/howtbspreads.htm

Teks: Melya & Didi Lazuardi
Editor: Angelin Yuvensia
Gambar: Amadeus Rembrandt

  • 7 October 2022

  • 22 June 2022

  • 13 June 2022

  • 6 June 2022