Vaksin Baru Tuberkulosis, Efektifkah?

4 November 2019

 

 

Satu dari empat orang di dunia ini diduga terinfeksi oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Tak ayal, Tuberkulosis (TBC) menjadi salah satu penyakit infeksi tertinggi di dunia yang telah menelan jutaan jiwa. Upaya eliminasi TBC pun selama ini tidaklah mudah. Belum tersedianya vaksin TBC yang benar-benar mampu mencegah dan melindungi seseorang dari TBC menjadi salah satu kendala. Vaksin BCG (Bacille Calmette-Guérin) yang telah digunakan secara luas sebagai imunisasi wajib pada bayi selama hampir 100 tahun terakhir terbukti belum cukup ampuh untuk melindungi remaja ataupun orang dewasa melawan bakteri TBC yang menyerang paru-paru.

Setelah melalui serangkaian penelitian, akhirnya GSK (GlaxoSmithKline) telah berhasil mengembangkan sebuah vaksin baru yang dinamakan M72/AS01E. Vaksin ini telah diuji pada 3,300 orang dewasa di Kenya, Afrika Selatan, dan Zambia di 11 lokasi studi. Adapun subjek pada uji vaksin ini ialah individu HIV-negatif yang telah terinfeksi TBC laten (dibuktikan dengan pemeriksaan IGRA).

Dari seluruh individu yang mendapatkan dua dosis vaksin GSK tersebut (diberikan dengan selang 30 hari), hanya 13 di antaranya yang akhirnya mengalami penyakit TBC setelah dilakukan pengawasan selama 3 tahun. Sebaliknya, 26 orang yang mendapatkan plasebo (obat kosong) terbukti mengalami penyakit TBC aktif. Berdasarkan studi yang telah dilakukan, efektivitas vaksin baru ini dinilai mencapai 54%.
Kehadiran vaksin baru TBC ini juga dinilai lebih praktis dibandingkan upaya pencegahan saat ini yang mengharuskan pasien untuk mengonsumsi antibotik setiap hari. Tidak hanya itu, penggunaan vaksin juga menurunkan risiko terjadinya TBC resisten obat pada konsumsi antibiotik jangka panjang.

Akan tetapi, vaksin ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk diujicoba di berbagai jenis komunitas dan keadaan, terutama untuk populasi berisiko tinggi, seperti penderita HIV, malnutrisi berat, konsumsi obat kemoterapi kanker atau obat transplantasi organ yang bersifat imunosupresif, mengidap diabetes, atau sedang menjalani dialisis (cuci darah).

Teks: Denisa Widyaputri
Editor: Yeremia PMR

Referensi:

  • Van Der Meeren O, Hatherill M, Nduba V, Wilkinson R, Muyoyeta M, Van Brakel E et al. Phase 2b Controlled Trial of M72/AS01E Vaccine to Prevent Tuberculosis. New England Journal of Medicine. 2018;379(17):1621-1634.
    Tait D, Hatherill M, Van Der Meeren O, Ginsberg A, Van Brakel E, Salaun B et al. Final Analysis of a Trial of M72/AS01E Vaccine to Prevent Tuberculosis. New England Journal of Medicine. 2019.
  • TBScience Official Press Conference: Towards a TB Vaccine, Union World Conference. Hyderabad, India: The 50th Union Conference on Lung Health; 2019.
  • New TB Vaccine Could Save Millions of Lives, Study Suggests [Internet]. Nytimes.com. 2019 [cited 4 November 2019]. Available from: https://www.nytimes.com/2019/10/29/health/tuberculosis-vaccine.html
  • 30 May 2022

  • 23 May 2022

  • 16 May 2022

  • 21 February 2022