SITRUST: SOSIALISASI INTEGRASI SITRUST TBC DENGAN SITB DIHADIRI LEBIH DARI 1500 PESERTA DARI SELURUH INDONESIA

27 November 2020

Alur penegakan diagnosis TBC yang termuat dalam Peraturan Menteri Kesehatan nomor 67 tahun 2016 tentang Penanggulangan Tuberkulosis menganjurkan spesimen dahak dari terduga TBC diperiksa dengan Tes Cepat Molekuler. Apabila fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) tidak memiliki alat pemeriksaan TCM, maka perlu dikirimkan ke laboratorium uji kepekaan dan LPA lini dua sesuai dengan alur rujukan yang ditentukan oleh Kementerian Kesehatan. Pada fasyankes yang tidak memiliki akses langsung terhadap pemeriksaan TCM dan Uji kepekaan serta LPA lini dua, diperlukan suatu mekanisme atau sistem pengiriman spesimen. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan akses terduga TBC terhadap pemeriksaan TCM, mengurangi risiko penularan karena perpindahan pasien, dan risiko pre-treatment loss to follow-up jika terduga TBC yang dirujuk tidak sampai ke laboratorium tujuan.

Kementerian Kesehatan Indonesia telah mengembangkan mekanisme transportasi spesimen menggunakan aplikasi SITRUST dengan bantuan teknis Yayasan KNCV Indonesia (YKI). SITRUST (Sistem Informasi Treking untuk Spesimen Transport) merupakan aplikasi mobile berbasis android dan website yang dikembangkan untuk memfasilitasi sistem pengiriman paket spesimen TBC dengan kurir dari pihak ketiga maupun kurir internal fasilitas kesehatan, dirancang untuk dapat memantau pergerakan pengiriman paket spesimen mulai dari proses order, penjemputan oleh kurir, konfirmasi penerimaan serta umpan balik terkait kondisi spesimen. Uji coba awal dilakukan di 50 kabupaten/kota di 10 provinsi sejak 2017. Kemudian dilakukan ekspansi, sampai September 2020 telah tercatat 206 Kabupaten/kota yang telah mengunakan SITRUST, 4.760 Fasyankes yang terlibat dan 321.287 spesimen berhasil dikirim untuk pemeriksaan di Laboratorium TCM dan Biakan.

Sebagai upaya peningkatan akses diagnosis TBC yang berkualitas dan sistem pencatatan pelaporan yang terpadu, pada tahun 2020 Kemenkes melakukan pengembangan aplikasi untuk melakukan integrasi SITRUST dengan sistem pencatatan TB Nasional (SITB). Sehubungan dengan hal tersebut diperlukan pertemuan sosialisasi dalam mekanisme pengiriman contoh menggunakan SITRUST versi 2020 hasil integrasi dengan SITB pada hari Senin, 23 November 2020 yang dilakukan secara virtual dan streaming.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas stakeholder dalam mekanisme pengiriman spesimen menggunakan SITRUST 2020 hasil integrasi dengan SITB. Diharapkan Peserta mampu memahami mekanisme rujukan spesimen menggunakan SITRUST 2020, dan mendapatkan dokumen mekanisme umpan balik penggunaan aplikasi SITRUST 2020.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh lebih dari 1500 peserta yang hadir melalui zoom maupun streaming Youtube yang berasal dari seluruh Indonesia.

“Rekomendasi global yang dikeluarkan oleh WHO dan lembaga internasional lain, mendorong untuk perubahan yang lebih cepat lagi dalam penggunaan mesin Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk deteksi diagnosis awal kasus TBC. TCM sudah akan dikembangkan semakin luas dan akan ditempatkan tidak hanya di RS tapi juga di Puskesmas, secara bertahap akan didistribusikan ke setiap Puskesmas yang akan dipilih berdasarkan jumlah kasus temuan TBC tinggi, dan beberapa pertimbangan lain. Prosedur transportasi sampel sediaan dahak menjadi hal penting dalam pembahasan kegiatan ini, mekanisme ini dikembangkan oleh Kemenkes dan YKI menggunakan SITRUST” dr. Endang Lukitosari, Kasie TBC RO, Kementerian Kesehatan RI.

 

Teks dan Foto: Amadeus Rembrandt
Editor: Erman Varella

  • 4 November 2020

  • 4 November 2020

  • 15 October 2020

  • 8 October 2020