TAHU TB: YANG PERLU KAMU KETAHUI TENTANG TERAPI PENCEGAHAN TUBERKULOSIS (TPT) BAGIAN 1

2 August 2021

Tidak semua orang yang terinfeksi kuman tuberkulosis (TBC) akan berkembang menjadi TBC aktif. Beberapa orang dengan kuman TBC dorman atau “tidur” akan berkembang menjadi TBC aktif ketika daya tahan tubuh melemah. Kondisi ini disebut Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB), dan perlu diberikan terapi untuk mencegah seseorang berkembang menjadi TBC aktif.

Apakah Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) Efektif?

Bukti kuat menunjukkan terapi infeksi TBC dengan monoterapi isoniazid atau rifampisin, atau kombinasi dengan obat lain efektif untuk mencegah berkembang menjadi TBC aktif pada orang dewasa dan anak-anak. Menurut Global TB Report, diperkirakan ada 10 juta insiden tuberkulosis (TBC) dan sekitar 1,2 juta kematian disebabkan TBC pada tahun 2019.

WHO telah menetapkan target yang ambisius untuk menurunkan angka insiden dan kematian karena TBC dalam 10 – 20 tahun mendatang, dengan tujuan Eliminasi TBC tahun 2035. Eliminasi TBC, bagaimanapun tidak dapat dicapai tanpa adanya pengendalian terhadap infeksi TBC, diagnosis dan pengobatan. Sekitar 1,7 milyar orang diperkirakan memiliki infeksi laten TBC dan berisiko berkembang menjadi penyakit TBC aktif seumur hidup mereka.

Apakah TPT Diperlukan?

Ya, sangat penting untuk memberikan terapi pada infeksi TBC, khususnya pada mereka yang berisiko tinggi untuk berkembang menjadi TBC aktif, serta untuk menghindari timbulnya beban ekonomi akibat berkembangnya TBC aktif.

Apakah TPT Meningkatkan Risiko Resistansi Kuman TBC?

Tidak. Anggapan bahwa TPT meningkatkan risiko resistansi adalah mitos yang menghambat program pencegahan TBC dan individu untuk mengakses TPT.

Ada beberapa alasan mengapa berkembangnya resistansi sangat tidak mungkin:

  • TPT diberikan pada mereka yang terbukti tidak memiliki TBC aktif
  • TBC aktif dapat disingkirkan dengan cepat dan mudah menggunakan algoritma skrining sederhana
  • Individu dengan infeksi TBC hanya memiliki bakteri dalam jumlah kecil yang bereplikasi secara lambat di dalam paru. Bakteri “tersembunyi” yang dalam jumlah kecil ini memiliki risiko yang kecil untuk menyebabkan terjadinya resistansi OAT
  • Sebagian besar kasus resistansi OAT terjadi akibat pengobatan TBC aktif yang kurang optimal, oleh karena itu mencegah berkembangnya infeksi TBC menjadi TBC aktif dapat mencegah terjadinya resistansi OAT secara keseluruhan
  • Studi-studi yang telah dilakukan tidak dapat menemukan bukti ilmiah yang berkaitan antara resistansi OAT dan penggunaan isoniazid atau golongan rifamisin untuk TPT

Apa yang Dimaksud dengan 3HP?

3HP adalah paduan  Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) jangka pendek yang direkomendasikan oleh WHO. Paduan ini kombinasi dosis tinggi Isoniazid (H) dan dosis tinggi Rifapentine (P) seminggu sekali selama tiga bulan. 3HP berkaitan dengan  toksisitas hati yang secara signifikan lebih rendah dan tingkat penyelesaian pengobatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengobatan isoniazid.

Apakah 3HP Lebih Unggul Daripada INH?

Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa 3HP lebih efektif dari INH, tapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa 3HP memiliki efektivitas yang sama dengan isoniazid untuk mencegah berkembangnya TBC aktif. Bukti menunjukkan bahwa 3HP memiliki tingkat toksisitas hati yang lebih rendah daripada rejimen isoniazid, meskipun risiko adanya reaksi obat meningkat pada mereka yang diberikan 3HP. Ada bukti kuat menunjukkan bahwa orang yang menjalani TPT jangka pendek dengan 3HP lebih mungkin menyelesaikan terapi daripada orang dengan paduan isoniazid.

Apakah 3HP Hemat Biaya?

3HP lebih mahal sebagai TPT jangka pendek, namun durasi pengobatan yang lebih singkat dan tingkat penyelesaian lebih tinggi membuat paduan 3HP secara biaya lebih efektif untuk jangka panjang.

Dapatkah 3HP Digunakan untuk Populasi Secara Luas?

Bukti pendukung untuk pemberian 3HP di populasi yang lebih luas seperti petugas kesehatan dan warga binaan penjara (WBP) saat ini masih terbatas. Keunggulan 3HP (dan paduan singkat lainnya)  berkaitan dengan tingkat penyelesaian terapi yang baik menjadikan 3HP sebagai pilihan yang menarik, terutama untuk digunakan di penjara lingkungan dinamis atau tidak terduga lainnya.

Siapa yang Mendapat 3HP?

Seseorang tanpa adanya TBC aktif dan tidak memiliki kontraindikasi berikut, dapat memulai TPT dengan 3HP:

  • Umur < 2 tahun
  • Hepatitis aktif (akut atau kronis)
  • ALT/AST > 3x batas atas normal (terlepas dari gejala)
  • Konsumsi alkohol rutin dan berat
  • Neuropati Perifer
  • Wanita usia subur yang tidak menggunakan kontrasepsi apapun
  • Ibu hamil atau menyusui
  • Sedang menjalani terapi antiretroviral (ART) berbasis protease inhibitor
  • Individu yang berisiko mengalami neuropati perifer harus diberikan suplemen vitamin B6 (pyridoxine) bersamaan dengan 3HP, namun jika tidak tersedia vitamin B6 seharusnya tidak menunda untuk memulai TPT dengan 3HP.

Bagaimana Seharusnya 3HP Diberikan?

Dokter harus memilih cara pemberian, baik diamati secara langsung atau dilakukan sendiri berdasarkan yang berlaku di daerah tersebut, karakteristik individu dan preferensi, serta pertimbangan lainnya, termasuk risiko berkembang menjadi penyakit TBC aktif yang parah.

Jika dalam proses konsumsi obat paduan 3HP, pasien mengalami kejadian tidak diharapkan maka dianjurkan untuk tidak melanjutkan pemakaian obat paduan 3HP lebih lanjut sampai adanya penilaian tingkat keparahan. Penanganan efek samping harus selalu berpedoman pada skrining TBC aktif, Riwayat pernah TBC aktif, Riwayat adanya efek samping, jenis permulaan dan durasi serta tingkat keparahan, dan pemeriksaan fisik yang relevan.

Sumber:
Petunjuk Teknis Penanganan ILTB 2020

Editor: Melya, Meilani Matondang
Gambar: Amadeus Rembrandt

  • 30 May 2022

  • 23 May 2022

  • 16 May 2022

  • 21 February 2022