Tuberkulosis (TBC) dan Diabetes

2 December 2022

Tbc dan diabetes

Pada setiap tahunnya, 14 November diperingati sebagai Hari Diabetes Sedunia. Dan tema pada tahun ini adalah “access to diabetes education” atau “akses pendidikan diabetes”. Tema ini menyoroti pentingnya memberdayakan individu dan komunitas dengan informasi yang tepat untuk membantu meningkatkan kehidupan hampir setengah miliar orang yang hidup dengan diabetes di seluruh dunia. Orang dengan diabetes memiliki risiko lebih tinggi terkena tuberkulosis (TBC) dan dengan pengobatan TBC yang “buruk”. Oleh karena itu, akses pendidikan tentang diabetes akan membantu meningkatkan kesadaran dan kualitas hidup sesorang ataupun keluarga.

Penjelasan Hubungan

Diabetes adalah salah satu dari lima pendorong utama epidemi TBC global, dan dalam laporan TBC Global terbaru, WHO memperkirakan bahwa sebanyak setengah juta kasus TBC disertai dengan diabetes pada tahun 2021. Selain itu, TBC dikaitkan dengan intoleransi glukosa dan hiperglikemia.

Kerangka kolaborasi untuk TBC dan penyakit penyerta

Untuk meningkatkan perawatan terpadu bagi penderita TBC dan penyakit penyerta, termasuk diabetes. WHO baru-baru ini merilis the Framework for Collaborative Action/ kerangka kerja aksi kolaboratif untuk TBC dan penyakit penyerta. Kerangka kerja ini mencakup tindakan untuk meningkatkan kolaborasi lintas program kesehatan dan lintas sektor untuk memberikan layanan yang berpusat pada masyarakat.

“Upaya untuk meningkatkan akses ke perawatan komprehensif bagi penderita TBC dan diabetes akan membantu meningkatkan kualitas hidup dan menyelamatkan nyawa seseorang. Kami mendorong negara-negara memperkuat kolaborasi lintas program untuk memastikan perawatan terpadu bagi orang-orang yang terkena kedua penyakit tersebut.” Dr Tereza Kasaeva – Director of WHO’s Global TB Programme.

Kerangka ini dibangun di atas komitmen utama yang dibuat oleh negara-negara anggota untuk memerangi TBC dan diabetes. Pada World Health Assembly 2022, negara-negara anggota juga mendukung target ambisius yang harus dicapai pada tahun 2030. Termasuk bahwa 80% orang dengan diabetes didiagnosis dan 80% mencapai kontrol gula darah yang baik. Pencapaian target tersebut juga akan berkontribusi dalam mengakhiri epidemi TBC.

“Saat kita memperingati Hari Diabetes Sedunia, kita perlu mengingat bahwa diabetes adalah pendorong utama epidemi TBC dan faktor risiko bagi banyak infeksi lainnya. Oleh karena itu, pencegahan dan pengelolaan diabetes yang efektif akan mencegah TBC, serta penderitaan dan kematian yang tidak perlu.” Dr Bente Mikkelsen – Director of WHO’s Department for Noncommunicable Diseases

Referensi

WHO (World Health Organization). World Diabetes Day: Joining forces to enable access to essential prevention and care services for people with diabetes and TB.

 

  • 21 July 2022

    Indonesia merupakan negara dengan beban Tuberkulosis (TBC) tertinggi setelah India dan Tiongkok. Menurut Global [...]

  • 18 July 2022

    Indonesia merupakan negara dengan beban Tuberkulosis (TBC) tertinggi setelah India dan Tiongkok. Menurut Global Tuberculosis [...]

  • 20 June 2022

    Sumber foto: Panita Tuberkulosis Resistan Obat (TBC RO) karena mutasi kuman TBC terhadap obat-obatan yang [...]

  • 8 June 2022

    Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis (M.tb) yang memiliki [...]