AMPUH HIV : Aplikasi SITRUST HIV Mendukung Pengiriman Sampel Pemeriksaan Viral Load HIV di Kota Denpasar

27 August 2020

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menjelaskan pentingnya monitoring orang dengan HIV yang minum ARV karena bertujuan untuk memastikan efikasi pengobatan dan meningkatkan status kesehatan. Salah satu monitoring pengobatan yang direkomendasikan oleh WHO adalah melalui pemeriksaan viral load (VL). Pemeriksaan viral load dilakukan secara rutin, yaitu 6 bulan dan 12 bulan setelah inisiasi ARV dan setiap 12 bulan di tahun berikutnya. Pemeriksaan ini juga diperuntukkan bagi pasien dengan kecurigaan resistensi ARV (>1,000 copies/ml) dan pada ibu hamil HIV positif untuk pemilihan persalinan.

Dengan melakukan pemeriksaan viral load, pasien akan mendapat pemahaman terkait jumlah virus dalam tubuh dan juga pasien akan termotivasi untuk patuh dalam pengobatan. Perlu diketahui bahwa ambang batas viral load adalah 1,000 copies/ml, sehingga jika hasil pemeriksaan viral load >1,000 copies/ml, maka perlu dilakukan evaluasi kepatuhan minum obat ARV-nya.

Melihat latar belakang ini, proyek AMPUH diimplementasikan untuk meningkatkan cakupan pemeriksaan VL dan EID dengan melibatkan pemangku kepentingan serta memperkuat pelaksanaan transportasi spesimen. Melalui proyek ini, Yayasan KNCV Indonesia mengembangkan Sistem Informasi untuk Transport Spesimen HIV atau yang lebih sering dikenal SITRUST HIV. Sistem informasi ini mampu mengakomodir pencatatan untuk pemeriksaan internal, yaitu pemeriksaan yang dilaksanakan di dalam fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dan juga pemeriksaan eksternal yaitu pemeriksaan yang dilakukan dengan cara fasyankes pengirim mengirimkan paket spesimen ke fasyankes rujukan.

Kota Denpasar juga menjadi salah satu wilayah yang diintervensi oleh proyek ini. RSUP Sanglah hingga saat ini telah melakukan pemeriksaan internal dengan cara petugas di poli Voluntary Counseling and Testing (VCT) melakukan input data melalui SITRUST HIV dengan menggunakan menu permintaan pemeriksaan, kemudian data tersebut akan masuk di akun petugas laboratorium. Selanjutnya, petugas laboratorium dapat memasukkan hasil pemeriksaan melalui SITRUST HIV dengan menggunakan menu hasil pemeriksaan. RSUP Sanglah sudah menggunakan SITRUST HIV sejak 10 Agustus 2020. Berdasarkan data yang masuk melalui SITRUST HIV, hingga 26 Agustus 2020, di RSUP Sanglah telah mengambil 24 spesimen, dimana 5 diantaranya sudah keluar hasil pemeriksaanya dengan hasil tersupresi.

Selain pemeriksaan internal, SITRUST HIV juga digunakan untuk pencatatan pemeriksaan eksternal. Salah satu fasyankes yang sudah melakukan pengiriman paket spesimen ke RSUP Sanglah sebagai RS Rujukan adalah RSUD Wangaya. Pada Kamis, 27 Agustus 2020 terdapat pengiriman 38 spesimen. Permintaan pemeriksaan laboratorium untuk viral load ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi SITRUST HIV.

Dengan demikian, melalui proyek AMPUH, diharapkan banyak pasien HIV yang dapat mengakses pemeriksaan viral load dan pemeriksaan tersebut tercatat dalam sistem informasi. Sehingga, data tersebut dapat digunakan untuk mengetahui jumlah pasien HIV yang sudah melakukan pemeriksaan viral load dan kesimpulan hasil dari pemeriksaan tersebut.

Yayasan KNCV Indonesia (YKI) bekerja sama dengan Yayasan Kasih Suwitno (YKS) membantu Sub Direktorat HIV AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk menyelenggarakan kegiatan ini. Bulan Viral Load HIV merupakan rangkaian kegiatan proyek AMPUH (Accelerating viral load testing aMong PLHIV through SITRUST and High-quality laboratories) yang akan diselenggarakan secara bertahap di kabupaten/kota terpilih di 34 provinsi di Indonesia selama tahun 2020. Proyek AMPUH dilaksanakan melalui bantuan pendanaan dari The Global Fund.

Sumber :
World Health Organization (WHO). 2017. What’s New in Treatment Monitoring: Viral Load and CD4 Testing. Diakses pada 25 Agustus 2020 https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/255891/WHO-HIV-2017.22-eng.pdf;jsessionid=F6187F1E8646CEEC3039CC2A8111B99A?sequence=1

Teks dan Foto: Alfi Lailiyah
Editor: Melya Findi, dr. Suhartini

  • 21 November 2020

  • 13 November 2020

  • 13 November 2020

  • 13 November 2020