AMPUH HIV: EKSPANSI PELAKSANAAN KEGIATAN BULAN VIRAL LOAD HIV DI 105 KABUPATEN/KOTA DI INDONESIA

29 September 2020

Kampanye Pemeriksaan Bulan Viral Load HIV telah dimulai sejak bulan Juni 2020. Dalam pelaksanaannya sejumlah kegiatan telah diselenggarakan, mulai dari lokakarya persiapan Bulan VL HIV bagi Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten, Layanan Laboratorium Pemeriksa Viral Load HIV, Layanan PDP, dan Komunitas/LSM, serta pelaksanaan proses pengiriman sampel uji untuk pemeriksaan VL di layanan PDP yang telah mengikuti lokakarya sebelumnya.

Proyek AMPUH menargetkan sebanyak 41,000 ODHA mengetahui status viral load-nya, apakah tersupresi atau tidak. Hingga tanggal 18 September 2020, sebanyak 5.801 spesimen viral load (VL) telah dikirimkan menggunakan aplikasi SITRUST HIV yang dikembangkan oleh Yayasan KNCV Indonesia untuk membantu proses pengiriman spesimen ke lab rujukan VL

Guna mencapai target 41,000 ini maka perlu dilakukan perluasan jangkauan wilayah yang dapat melakukan pemeriksaan VL di seluruh Indonesia. Yayasan KNCV Indonesia bersama Yayasan Kasih Suwitno melalui dukungan Subdirektorat HIV Kementerian Kesehatan RI menggelar rangkaian Lokakarya persiapan Bulan VL HIV batch kedua bagi sejumlah wilayah Kabupaten/Kota di 8 Provinsi. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 7 – 10, 15 – 16, dan 21 – 22 September 2020 ini dibagi menjadi 4 tahap dimana untuk batch 2 grup 1 diselenggarakan bagi 3 Kabupaten/Kota di Provinsi Papua dan 13 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur. Untuk batch 2 grup 2 diselenggarakan bagi 22 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat dan 5 Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, batch 2 grup 3 diselenggarakan bagi 30 Kabupaten/Kota di 15 Provinsi dan dan batch 2 grup 4 diselenggarakan bagi 17 Kabupaten/Kota di 13 Provinsi.

Pentingnya pemeriksaan VL ini sebagai upaya mencapai target Three Zeros yang terdiri dari Zero new infection, Zero AIDS-related death, dan Zero discrimination pada tahun 2030. Target ini tentunya dapat tercapai bila 90% ODHA mengetahui statusnya, 90% ODHA menerima pengobatan ARV, dan 90% ODHA dalam pengobatan ARV mengalami supresi virus. Pemeriksaan VL juga direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebagai metode untuk memonitor efektivitas pengobatan untuk memastikan target 90 yang ketiga tercapai. Nurjannah Sulaiman, S.K.M, M.Kes, Kasubdit HIV dan PIMS, Kementerian Kesehatan RI dalam paparannya menyatakan bahwa dari Laporan TW 2 2020, penemuan kasus dan pengobatan HIV per Juni 2020 menunjukkan data dimana estimasi ODHA sebanyak 543.100 hanya 135,403 yang menjalani pengobatan ART. Dari ODHA on ART hanya 20,829 (3,8%) ODHA yang menunjukkan hasil pemeriksaan VL tersupresi.

Kegiatan yang berlangsung secara daring ini juga diselenggarakan bagi komunitas/LSM pendamping ODHA. Peran komunitas juga tidak kalah penting dengan pemberi layanan, ada empat peran penting yang dapat dilakukan oleh komunitas/LSM diantaranya memberikan informasi yang komprehensif mengenai pelaksanaan bulan VL, mempromosikan bulan VL dengan memaksimalkan media sosial komunitas atau perorangan, mendorong ODHA untuk mengakses tes VL, serta berkoordinasi dengan layanan pemeriksaan setempat untuk mengetahui hasil dan sisa kuota tes VL.

Yayasan KNCV Indonesia (YKI) bekerja sama dengan Yayasan Kasih Suwitno (YKS) membantu Sub Direktorat HIV AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk menyelenggarakan kegiatan ini. Bulan Viral Load HIV merupakan rangkaian kegiatan proyek AMPUH (Accelerating viral load testing aMong PLHIV through SITRUST and High-quality laboratories) yang akan diselenggarakan secara bertahap di kabupaten/kota terpilih di 34 provinsi di Indonesia selama tahun 2020. Proyek AMPUH dilaksanakan melalui bantuan pendanaan dari The Global Fund.

 

Teks dan foto: Melya
Editor: Alva Juan
Gambar: Amadeus Rembrandt

  • 21 November 2020

  • 13 November 2020

  • 13 November 2020

  • 13 November 2020