Bimbingan Teknis dan Asistensi Kepada Organisasi Pasien

2 May 2018

Pada bulan Desember 2017, Yayasan KNCV Indonesia bekerja sama dengan Perhimpunan Organisasi Pasien Tuberkulosisi (POP TB) Indonesia memberikan bimbingan teknis dan asistensi kepada lima organisasi pasien yang berasal dari lima provinsi. Empat organisasi pasien di antaranya merupakan organisasi pasien yang baru terbentuk pada 2017.

Organisasi pasien yang diberikan bimbingan teknis tersebut berada di empat provinsi, yaitu BERAKSI (Berantas TB Sikka) dari Maumere Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur, BEKANTAN TB Banjarmasin dari Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan, STORI (Stop TB di Kepri) dari Batam dan Tanjung Pinang Provinsi Kepulauan Riau dan DAENG TB (Pendamping Peduli Kesehatan) dari Kab. Gowa serta KAREBA BAJI dari Makassar Provinsi Sulawesi Selatan.

Bimbingan teknis dan asistensi kepada organisasi pasien ini dilakukan secara informal untuk menggali capaian kemajuan dan kegiatan yang sudah dilakukan oleh organisasi pasien setelah dibentuk, serta untuk menggali tantangan yang dihadapi mereka dalam menjalankan kegiatannya. Kegiatan ini juga sekaligus untuk melihat jejaring dan kemitraan yang sudah dilakukan oleh organisasi pasien untuk keberlanjutan kegiatan organisasi dalam melakukan pendampingan pasien TB Resistan Obat (TB RO).

Dalam kesempatan ini, di beberapa wilayah seperti di Maumere Kabupaten Sikka dan Tanjung Pinang, kegiatan pemberian bimbingan teknis juga melibatkan Bapak Yascobus dari Yayasan Kalandara Semarang untuk berbagi ide, masukan dan kiat-kiat dalam melakukan kemitraan pihak luar terutama dengan pemerintah daerah agar organisasi pasien dapat mengakses dana Anggaran Pendapaan dan Belanja Daerah (APBD) guna mendukung kegiatan Organisasi Pasien secara berkesinambungan. Pada bulan Desember 2017, Yayasan KNCV Indonesia bekerja sama dengan Perhimpunan Organisasi Pasien Tuberkulosisi (POP TB) Indonesia memberikan bimbingan teknis dan asistensi kepada lima organisasi pasien yang berasal dari lima provinsi. Empat organisasi pasien di antaranya merupakan organisasi pasien yang baru terbentuk pada 2017.

Organisasi pasien yang diberikan bimbingan teknis tersebut berada di empat provinsi, yaitu BERAKSI (Berantas TB Sikka) dari Maumere Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur, BEKANTAN TB Banjarmasin dari Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan, STORI (Stop TB di Kepri) dari Batam dan Tanjung Pinang Provinsi Kepulauan Riau dan DAENG TB (Pendamping Peduli Kesehatan) dari Kab. Gowa serta KAREBA BAJI dari Makassar Provinsi Sulawesi Selatan.

Bimbingan teknis dan asistensi kepada organisasi pasien ini dilakukan secara informal untuk menggali capaian kemajuan dan kegiatan yang sudah dilakukan oleh organisasi pasien setelah dibentuk, serta untuk menggali tantangan yang dihadapi mereka dalam menjalankan kegiatannya. Kegiatan ini juga sekaligus untuk melihat jejaring dan kemitraan yang sudah dilakukan oleh organisasi pasien untuk keberlanjutan kegiatan organisasi dalam melakukan pendampingan pasien TB Resistan Obat (TB RO).

Dalam kesempatan ini, di beberapa wilayah seperti di Maumere Kabupaten Sikka dan Tanjung Pinang, kegiatan pemberian bimbingan teknis juga melibatkan Bapak Yascobus dari Yayasan Kalandara Semarang untuk berbagi ide, masukan dan kiat-kiat dalam melakukan kemitraan pihak luar terutama dengan pemerintah daerah agar organisasi pasien dapat mengakses dana Anggaran Pendapaan dan Belanja Daerah (APBD) guna mendukung kegiatan Organisasi Pasien secara berkesinambungan.

Hasil dari kegiatan ini adalah teridentifikasinya kebutuhan-kebutuhan organisasi pasien untuk keberlanjutan kegiatan pendampingan. Kebutuhan yang dimaksud diutamakan hal-hal terkait peningkatan kapasitas tim organisasi pasien baik untuk melakukan jejaring dan kemitradengan pihak di luar organisasi, serta kebutuhan keterampilan menulis proposal sederhana. Hasil dari kegiatan ini adalah teridentifikasinya kebutuhan-kebutuhan organisasi pasien untuk keberlanjutan kegiatan pendampingan. Kebutuhan yang dimaksud diutamakan hal-hal terkait peningkatan kapasitas tim organisasi pasien baik untuk melakukan jejaring dan kemitradengan pihak di luar organisasi, serta kebutuhan keterampilan menulis proposal sederhana.

  • 12 April 2023

    Jakarta - Dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia 2023, Yayasan KNCV Indonesia (YKI) bersama [...]

  • 11 April 2023

    Halo #SobatTB! Salam kenal, saya Aryudiht, saya seorang pegawai telekomunikasi di sebuah perusahaan swasta, [...]

  • 14 February 2023

    Sudah 20 tahun lebih Pak T berjuang menghadapi Tuberkulosis (TBC). Dokter mendiagnosis Pak T, [...]

  • 2 December 2022

    Pada setiap tahunnya, 14 November diperingati sebagai Hari Diabetes Sedunia. Dan tema pada tahun ini [...]